Rabu, 27 April 2011

Menolak Korupsi, maka Pintu Rezeki pun Dibukakan Untuknya

Assalamu'alaikum, sahabatku sekalian kali ini saya akan memposting kisah hikmah nyata, yang berjudul menolak korupsi, maka pintu rezeki pun dibukakan untuknya. Mari simak Kisah hikmah islami ini :

Seorang saudara bercerita perihal seorang pedagang di Saudi Arabia yang mengawali usahanya di pelabuhan, yang lalu ia tinggalkan. Saat bekerja di pelabuhan, seluruh komoditas niaga harus melalui dirinya, suatu posisi yang memberi peluamg bagi orang yang gemar bermain suap. Sang pedagang ini pantang menerima suap dan taat pada prosedur yang berlaku, tapi dia tahu kalau pemimpinnya suka korupsi atau menerima suap. Sekali waktu atasannya sudah tidak malu-malu lagi, yaitu dengan menyarankan sahabat kita ini agar menghindari prosedur yang berbelit-belit dan mau menerima sogokan, untuk memudahkan jalan bagi sang penyuap.

Ketika mendengar saran ini, dia langsung menggigil ketakutan. Kemudian dia keluar dari kantor itu, dan dia nyaris tercekik karena saking sedih, duka, dan bimbangnya. Setelah itu, hari-hari pun berlalu, sampai para penyuap itu datang kepadanya. Ada yang bilang: “Ini adalah hadiah dari lembaga kami.” Ada pula yang berucap: “Bingkisan ini adalah penghargaan perusahaan kami atas usaha anda yang bagus.” Dan ungkapan lain yang senada dengannya. Lelaki inipun menolak dan menepis seluruh cinderamata itu. Namun sampai kapan kondisi ini terus berlangsung? Ia dihantui kecemasan kalau sekali waktu dirinya lemah sehingga mau menerima dan mengambil barang haram itu. Ada dua alternatif yang terbentang di hadapannya: meninggalkan jabatan dan gajinya atau melabrak rambu dan hukum Allah dengan menerima suap.

Karena hatinya masih bersih dan bisa menyelami kandungan firman Allah:

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak diduga.” (QS. Ath-Thalaq: 2-3)

Maka dia pun keluar secara total dari pekerjaannya itu.

Lebih lanjut saudara kita bertutur; kemudian Allah memberinya rezeki berupa mobil boks kecil, dan mulailah ia menjalani usaha pengangkutan barang. Rupanya bisnis transportasi ini berjalan lancar, hingga ia dapat membeli mobil boks yang lain. Karena usahanya dijalani dengan telaten dan menganggap barang pengguna jasanya seperti kepunyaannya sendiri, maka banyak pedagang pun meminta jasa layanan transportasinya untuk mengangkut barang-barang mereka.

Sekali waktu kecelakaan menimpanya, di mana salah satu mobil boksnya hancur ditabrak mobil polantas, karena sopirnya mengantuk. Tatkala polisi lalu lintas meminta maaf, pria itu langsung memaafkannya. Polisi itu heran dengan kebesaran hati pria itu, yang memaafkan dirinya dan sekaligus mengakui kesalahan ada padanya.

Setelah berlalu sekian tahun polisi itu makin tinggi jabatannya, dan dia membawa barang dalam jumlah yang besar. Maka tidak ada keinginan lain baginya kecuali pria itulah yang dipilih untuk mengangkut barang-barang miliknya, tanpa berkurang sedikit pun.

Wahai pembaca, lihatlah, bagaimana pintu rezeki terbuka lebar-lebar untuk pria itu, setelah ia menolak untuk korupsi. Kini lelaki itu termasuk pengusaha kelas kakap di negerinya. Dan dia sangat dermawan sekali dalam memberi santunan untuk orang-orang dhaif dan kaum papa. Dalam jumlah yang besar ia alokasikan kekayaannya untuk sumbangan ini.

Demikianlah gambaran orang yang mencampakkan sesuatu karena Allah; maka Allah menukarnya dengan perkara yang lebih baik darinya. (Lihat kitab Qishashun Iimaaniyyah yang dihimpun oleh Adil Abdul Ali).



Semoga apa yang saya paparkan dalam blog kata mutiara islam ini, dapat memberikan pelajaran yang positif bagi sahabat-sahabat sekalian.

Sumber dari : menujuhidayah.wordpress.com
mutiara kata cinta islam, koleksi mutiara kata islam, kumpulan kata mutiara islam, kata mutiara sukses, mutiara cinta islam, kata cinta islam, kata-kata pujangga islam, mutiara kata untuk ibu, mutiara islam

Minggu, 24 April 2011

Sebarkan Salam di Antaramu

Assalamu'alaikum sahabat akhirnya bisa posting kembali. Langsung saja kita simak artikel kata mutiar islam ini : mutiara kata cinta islam, koleksi mutiara kata islam, kumpulan kata mutiara islam, kata mutiara sukses, mutiara cinta islam, kata cinta islam, kata-kata pujangga islam, mutiara kata untuk ibu, mutiara islam

Salam adalah salah satu dari asma Allah swt. Mengucapkan salam, baik kepada orang yang Anda kenal maupun yang tidak Anda kenal akan membangkitkan rasa aman, mempererat ikatan, dan menumbuhkan rasa cinta. Rasulullah sendiri telah berwasiat tentang itu. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata bahwa Rasul bersabda,

“Kamu tidak akan masuk surga hingga kamu beriman, dan kamu tidak beriman hingga kamu saling mencintai (karena Allah). Apakah kamu maujika aku tunjukkanpada satu perkara jika kamu kerjakan perkara itu maka kamu akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kamu!” (HR. Muslim)

Dengan begitu, Rasulullah saw. telah meletakkan ta-ngan kita pada satu kunci yang amat penting. Mengucap atau menjawab salam akan dapat memberikan gambaran seberapa jauh orang itu iltizam dengan ajar an Islam. Ada perbedaan yang amat besar antara orang yang mengucapkan “Salam” lalu dijawab dengan “Salam” dengan orang yang mengucapkan “Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh” lalu dijawab dengan “Wa’alaikumus-salam wa rahmatullahi wa barakatuh”. Ada beberapa orang yang tatkala Anda mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”, mereka menjawab dengan “Sela-mat Pagi” atau “Selamat Datang”, atau dengan jawaban-jawaban yang lain. Dengan mengucap dan menjawab salam, Anda dapat mengenal orang lain dan mengetahui tingkat konsistensi mereka terhadap ajaran agama. Sebagian orang ada yang mengucapkan salam sebagaimana seorang komandan militer memerintah anak buahnya, padahal mengucapkan salam merupakan ucapan selamat yang tersusun dari untaian kata-kata yang sangat indah, yakni “as-salam” (kesejahteraan), “arrahmah” (rahmat), dan “al-barakah” (berkah). Ucapan salam hendaknya keluar dari lubuk hati yang paling dalam dan dikeluarkan dengan disertai pera-saan kasih sayang, karena tujuan dari sebuah perkenalan adalah pernyataan hati.

Dari Abu Dzar ra., la berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah sekah-kali kamu meremehkan kebaikan, meskipun hanya berupa keceriaan wajah tatkala bertemu dengan saudaramu.” (HR. Muslim)

Menjawab salam hukumnya wajib. Kita akan dapat membuat orang yang mengucap salam itu bersimpati kepada kita, yaitu tatkala dengan sikap tanggap kita menjawab ucapan salam tersebut dengan ucapan salam yang lebih baik dan dengan tatapan wajah yang dihiasi dengan senyuman.

Allah swt. berfirman, “Apabila kalian diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik daripadanya atau balaslah penghormatan itu (dengan yangserupa). Sesungguhnya Allah selalu membuat perhitungan atas tiap-tiap sesuatu.” (An-Nisa’: 86)

Mengucapkan salam tidak terbatas pada orang yang kita kenal saja, tetapi lebih dianjurkan kepada orang yang belum kita kenal agar lebih memperluas perkenalan dan ukhuwah islamiah.

Dari Abdullah bin Mas’ud ra. bahwa ada seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah saw., “Di antara ajaran Islam manakah yang paling baik?” Rasulullah saw. menjawab, “Memberi makan dan mengucap salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Para sahabat ra. adalah generasi yang paling paham terhadap nilai dan maksud ajaran ini. Dengan metode itulah generasi ini dapat merangkul banyak orang. Dari Thufail bin Abu Ka’ab ra. bahwa ia datang menemui Abdullah bin Umar ra., lalu keduanya pergi ke pasar. Thufail menceritakan, “Tidaklah Ibnu Umar melewati orang di tengah jalan atau menjual barang da-gangan atau orangorang yang lain, kecuali la mengucap salam kepada mereka. Pada hari yang lain saya datang ke tempat Abdullah bin Umar, kemudian ia mengajakku ke pasar. Saya menjawab, ‘Apayang akan Anda perbuat di pasar? Anda tidak membeli, tidak bertanya tentang harga barang, tidak menawar, dan tidak duduk di tempat-tempat duduk (yang ada di pasar)? Lebih baik kita duduk-duduk di sini dan bercakapcakap.’ Abdullah bin Umar menjawab, ‘Wahai Abu Bathan (panggilan bagi Thufail ra.), kita berjalan demi mengucapkan salam pada setiap orang yang kita jumpai.’” (HR. Malik dan Al-Muwatha’ dengan sanad yang shahih)

Mengucap salam di suatu tempat yang asing bagi kita, pada saat kita sangat membutuhkan seorang teman, akan memberikan perasaan aman bagi kita dan membuat orang yang berhadapan dengan kita merasa simpati. Ada pepatah kuno mengatakan, “Seandainya bukan karena salam yang kau ucapkan sebelum kau berbicara, niscaya aku telah memakan dagingmu sebelum memakan tulangmu.”

Dari Abu Hurairah ra., sesungguhnya Rasulullah saw. bersabda, “Yang mengendarai kendaraan hendaklah mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, yang berjalan kaki hendaklah mengucapkan salam kepada yang duduk, yang sedikit mengucapkan salam kepada yang banyak, dan yang muda mengucapkan salam kepada yang tua. Keutamaan orang yang lebih dahulu mengucapkan salam adalah sangat besar.”

Dari Umamah ra., la berkata bahwa ada seorang yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Ya Rasul, di antara dua orang yang bertemu, manakah yang lebih dahulu mengucapkan salam?” Rasul menjawab, “Yang lebih mencintai Allah swt.”

Dari Abdullah bin Mas’ud ra., ia berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “‘As-salam’ adalah salah satu dari asma Allah yang diletakkan di bumi, maka sebarkan salam di antara kamu.” (HR. Bukhari)

Di antara taujih Khalifah Umar bin Khathab ra. adalah, “Tiga hal yang dapat membuat kecintaan saudaramu terhadapmu menjadi tulus (hanya karena Allah) ialah, lebih dahulu mengucapkan salam, memanggilnya dengan panggilan yang ia sukai, dan memberikan tempat duduk dalam satu majlis.” “Menjadi tulus” adalah sebuah ucapan indah yang dapat membersihkan rasa cinta dari tujuan duniawi.

Demikianlah kata kata mutiara islam yang admin postingkan pada hari ini, semoga bermanfaat.

mutiara kata cinta islam, koleksi mutiara kata islam, kumpulan kata mutiara islam, kata mutiara sukses, mutiara cinta islam, kata cinta islam, kata-kata pujangga islam, mutiara kata untuk ibu, mutiara islam

Sumber dari : hikmatun.wordpress.com