Senin, 28 Februari 2011

Rindu Pada Surga

Kita selaku umat islam pasti merindukan surga dan ingin masuk surga, untuk itu mari simak kumpulan kata mutiara islam yang berhubungan dengan rindu pada surga.

Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah Swt berfirman: "Aku menyiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang shaleh apa-apa yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh karena itu bacalah kalau kamu suka ayat: 'Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.' (As-Sajdah: 17).

Allah Ta’ala telah menyiapkan surga sebagai tempat kembali hamba-hambaNya yang beriman dan beramal saleh. Banyak ayat al-Quran yang membahasnya. Demikian juga hadits-hadits yang shahih. Kita perlu mempelajarinya dan sering mengingatnya agar semakin rindu pada surga dan terus beramal.

Penghuni surga akan mendapatkan kenikmatan dan kebahagiaan yang sempurna. Allah berfirman:
ﮪ ﮫ ﮬ ﮭ ﮮ ﮯ ﮰ ﮱ ﯓ ﯔ ﯕ ﯖ ﯗ ﯘ ﯙ
“Orang-orang yang baik sungguh berada dalam kenikmatan. Mereka di atas dipan-dipan sambil memandang. Engkau bisa mengetahui di wajah mereka kebahagiaan karena nikmat.” (QS. al-Muthaffifin: 22-24)

Mereka mendapatkan berbagai kemewahan di sana. Nabi r bersabda:
أَمْشَاطُهُمُ الذَّهَبُ ، وَرَشْحُهُمُ الْمِسْكُ ، وَمَجَامِرُهُمُ الأَلُوَّةُ الأَنْجُوجُ عُودُ الطِّيبِ ، وَأَزْوَاجُهُمُ الْحُورُ الْعِينُ ، عَلَى خَلْقِ رَجُلٍ وَاحِدٍ عَلَى صُورَةِ أَبِيهِمْ آدَمَ، سِتُّونَ ذِرَاعًا فِي السَّمَاءِ.
“Sisir-sisir mereka emas, keringat mereka minyak wangi misk, kayu wewangian mereka gaharu, isteri mereka bidadari, dan postur mereka sama, seperti kakek mereka Adam, enam puluh hasta.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)
 
Mereka akan dibebaskan dari semua kesulitan, termasuk meludah sekalipun. Nabi r bersabda:
لاَ يَبُولُونَ وَلاَ يَتَغَوَّطُونَ وَلاَ يَتْفِلُونَ وَلاَ يَمْتَخِطُونَ
"Mereka tidak kencing, tidak berak, tidak meludah dan tidak keluar ingus." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
 
Derajat terendah di surga melebihi kenikmatan para raja di dunia, bahkan melebihi dunia seisinya. Nabi r bersabda:
إِنِّي لأَعْلَمُ آخِرَ أَهْلِ النَّارِ خُرُوجًا مِنْهَا وَآخِرَ أَهْلِ الْجَنَّةِ دُخُولاً الْجَنَّةَ: رَجُلٌ يَخْرُجُ مِنَ النَّارِ حَبْوًا، فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ: اِذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ. فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَْْى، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُولُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى لَهُ: اِذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ. قَالَ: فَيَأْتِيهَا فَيُخَيَّلُ إِلَيْهِ أَنَّهَا مَلأَى، فَيَرْجِعُ فَيَقُولُ: يَا رَبِّ وَجَدْتُهَا مَلأَى. فَيَقُولُ اللَّهُ لَهُ: اذْهَبْ فَادْخُلِ الْجَنَّةَ، فَإِنَّ لَكَ مِثْلَ الدُّنْيَا وَعَشَرَةَ أَمْثَالِهَا أَوْ إِنَّ لَكَ عَشَرَةَ أَمْثَالِ الدُّنْيَا.قَالَ: فَيَقُولُ: أَتَسْخَرُ بِي أَوْ أَتَضْحَكُ بِي وَأَنْتَ الْمَلِكُ؟ قَالَ: لَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ r ضَحِكَ حَتَّى بَدَتْ نَوَاجِذُهُ. قَالَ: فَكَانَ يُقَالُ ذَاكَ أَدْنَى أَهْلِ الْجَنَّةِ مَنْزِلَةً.
"Sungguh aku tahu penghuni neraka yang terakhir keluar darinya dan penghuni surga yang terakhir memasukinya; seorang yang keluar dari neraka dengan merangkak, maka Allah berkata kepadanya: Pergi dan masuklah surga! Ia mendatanginya dan melihatnya seolah-olah penuh. Iapun kembali dan berkata: Tuhanku, aku mendapatkannya telah penuh. Allah pun berkata kepadanya: Pergi dan masuklah surga! Ia mendatanginya dan melihatnya seolah-olah penuh. Iapun kembali dan dan berkata: Tuhanku, aku mendapatkannya telah penuh. Allah berkata kepadanya: Pergi dan masuklah surga, sungguh kamu berhak mendapatkan seisi dunia dan sepuluh kali lipatnya. Ia pun bertanya: Apakah Engkau mengejek atau menertawakanku – dan Engkaulah Sang Penguasa - ? Ibnu Mas’ud berkata: Sungguh saya melihat Rasulullah r tertawa sampai kelihatan gigi taring beliau. Ibnu Mas’ud berkata: Dan dikatakan bahwa itulah penghuni surga yang paling rendah kedudukannya. (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Satu celupan saja dari kenikmatan surga akan melupakan kita semua kesusahan yang pernah dirasakan di dunia. Nabi bersabda:
يُؤْتَى بِأَنْعَمِ أَهْلِ الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ النَّارِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُصْبَغُ فِي النَّارِ صَبْغَةً، ثُمَّ يُقَالُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ خَيْرًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ نَعِيمٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ. وَيُؤْتَى بِأَشَدِّ النَّاسِ بُؤْسًا فِي الدُّنْيَا مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ فَيُصْبَغُ صَبْغَةً فِي الْجَنَّةِ، فَيُقَالُ لَهُ: يَا ابْنَ آدَمَ، هَلْ رَأَيْتَ بُؤْسًا قَطُّ؟ هَلْ مَرَّ بِكَ شِدَّةٌ قَطُّ؟ فَيَقُولُ: لاَ وَاللَّهِ يَا رَبِّ، مَا مَرَّ بِي بُؤُسٌ قَطُّ، وَلاَ رَأَيْتُ شِدَّةً قَطُّ.
“Pada hari kiamat akan didatangkan orang yang paling banyak kenikmatan di dunia di antara penghuni neraka. Lalu ia dicelupkan ke dalam neraka satu celupan, lalu ditanya: “Apakah engkau pernah melihat kebaikan dan merasakan kenikmatan?” Iapun menjawab: “Demi Allah tidak, wahai Tuhanku.” Dan akan didatangkan orang yang paling sengsara di dunia di antara penduduk surga. Lalu ia dicelupkan di surga satu celupan, lalu ditanya: “Apakah engkau pernah melihat kesengsaraan dan merasakan kesusahan?” Iapun menjawab: “Demi Allah tidak wahai Tuhanku, aku tidak pernah mengalami kesengsaraan dan tidak pernah melihat kesusahan sama sekali.” (HR. Muslim)

Yang disebut di atas hanyalah sebagian dari kenikmatan surga yang amat banyak. Mungkin sekarang anda sudah punya bayangan tentang indahnya surga. Ketahuilah bahwa semua bayangan anda itu salah. Surga jauh lebih nikmat dan indah dari apa yang bisa anda bayangkan. Nabi r bersabda (hadits qudsi):
قَالَ اللَّهُ: أَعْدَدْتُ لِعِبَادِي الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ .
"Allah berkata: Telah Aku siapkan untuk hamba-hambaKu yang saleh apa-apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga, dan tidak pernah terdetik di hati manusia." (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Sekarang, tidakkah anda merindukan kenikmatan ini? Semua nikmat itu bisa kita raih, asal kita mau. Nabi r bersabda:
كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلاَّ مَنْ أَبَى. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَنْ يَأْبَى: قَالَ: مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى.
“Semua umatku akan masuk surga, kecuali yang enggan.” Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, siapa sih yang enggan masuk surga? Rasulullah r menjawab: “Barang siapa yang mentaatiku akan masuk surga. Dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku, maka ia telah enggan. (HR. al-Bukhari)

Hanya saja anda perlu untuk sabar, karena jalan ke surga dipenuhi hal-hal yang bertentangan dengan nafsu syahwat kita. Nabi r bersabda (HR. Muslim):
حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ
”Surga dikelilingi oleh hal-hal yang tidak disukai, dan neraka dikelilingi oleh kenikmatan.” 

Namun itu hanya selama anda hidup di dunia saja, dalam bilangan beberapa tahun, sebelum anda menikmati kebahagiaan yang sempurna dan abadi insyaAllah. Allah menjadikan kehidupan dunia sebagai penjara bagi kaum muslimin. Nabi r bersabda:
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
"Dunia adalah penjara untuk mukmin dan surge bagi kafir.” (HR. Muslim)

Jadi, alam yang ada di hadapan anda sekarang adalah alam ujian, alam beramal dan bersabar. Jangan tergoda oleh kenikmatan semu dunia! Dan buah manis menanti jika anda lulus, yaitu rindu pada surga yang sudah anda rindukan, seperti dikatakan: Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang di tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian. % % %

Demikian kata mutiara islam yang dapat menyejuk hati para pembaca, semoga bermanfaat.

Sumber dari :serambimadinah.com

Jumat, 25 Februari 2011

Niat Dalam Proses Pernikahan

Assalamu'alaikum sahabat blogger, kali ini admin memberikan kata mutiara islam yang berjudul niat dalam proses pernikahan, sudah penasaran ? Mari simak aritkel islami ini.

Innamal a’malu binniyat……. Niat adalah kebangkitan jiwa dankecenderungan pada apa-apa yang muncul padanya berupa tujuan yang di tuntut yang penting baginya, baik secara segera maupun ditangguhkan. Niat Ketika Memilih Pendamping Rasulullah bersabda “Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karenasilau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagusnasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi keberkahan dan menambah kebarakahan itu padanya.”(HR. Thabrani).

“Janganlah kamu menikahi wanita karena kecantikannya, mungkin sajakecantikan itu membuatmu hina. Jangan kamu menikahi wanita karena harta/ tahtanya mungkin saja harta / tahtanya membuatmu melampaui batas.Akan tetapi nikahilah wanita karena agamanya. Sebab, seorang budakwanita yang shaleh, meskipun buruk wajahnya adalah lebih utama”. (HR.Ibnu Majah). Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : Janganlah kalian menikahi kerabat dekat, sebab(akibatnya) dapat melahirkan anak yang lemah (baik akal dan fisiknya)(Al Hadits).

Dari Jabir r.a., Sesungguhnya Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam telah bersabda, Sesungguhnya perempuan itu dinikahi orang karena agamanya, kedudukan, hartanya, dan kecantikannya ; maka pilihlah yang beragama.” (HR. Muslim danTirmidzi). Niat dalam Proses Pernikahan
Masalah niat tak berhenti sampai memilih pendamping. Niat masih terus menyertai berbagai urusan yang berkenaan dengan terjadinya pernikahan.Mulai dari memberi mahar, menebar undangan walimah, menyelenggarakan walimah. Walimah lebih dari dua hari lebih dekat pada mudharat, sedang walimah hari ketiga termasuk riya’. “Berikanlah mahar (mas kawin)kepada wanita (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuhkerelaan.”(Qs. An Nisaa (4) : 4).

Rasulullah Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda : “Wanita yang paling agung barakahnya, adalahyang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim, Al Baihaqi dengansanad yang shahih). Dari Aisyah, bahwasanya Rasulullah SAW. telahbersabda, “Sesungguhnya berkah nikah yang besar ialah yang sederhanabelanjanya (maharnya)” (HR. Ahmad). Nabi Shallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah berjanji : “Janganmempermahal nilai mahar. Sesungguhnya kalau lelaki itu mulia di duniadan takwa di sisi Allah, maka Rasulullah sendiri yang akan menjadi walipernikahannya.” (HR. Ashhabus Sunan). Dari Anas, dia berkata : ” AbuThalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar berupa keIslamannya”(Ditakhrij dari An Nasa’i)..Subhanallah..

Proses pernikahan mempengaruhi niat. Proses pernikahan yang sederhanadan mudah insya Allah akan mendekatkan kepada bersihnya niat,memudahkan proses pernikahan bisa menjernihkan niat. Sedangkanmempersulit proses pernikahan akan mengkotori niat. “Adakanlah perayaansekalipun hanya memotong seekor kambing.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Pernikahan haruslah memenuhi kriteria Lillah, Billah, dan Ilallah. Yangdimaksud Lillah, ialah niat nikah itu harus karena Allah. Proses dancaranya harus Billah, sesuai dengan ketentuan dari Allah.. Termasukdidalamnya dalam pemilihan calon, dan proses menuju jenjang pernikahan(bersih dari pacaran / nafsu atau tidak). Terakhir Ilallah, tujuannyadalam rangka menggapai keridhoan Allah.
Sehingga dalam penyelenggaraan nikah tidak bermaksiat pada Allah ;misalnya : adanya pemisahan antara tamu lelaki dan wanita, tidakberlebih-lebihan, tidak makan sambil berdiri (adab makanan dimasyarakatbiasanya standing party-ini yang harus di hindari, padahal tidakdicontohkan oleh Rasulullah SAW yang demikian), Pengantin tidakdisandingkan, adab mendo’akan pengantin dengan do’a : Barokallahu lakawa baroka ‘alaikum wa jama’a baynakuma fii khoir.. (Semoga Allahmembarakahi kalian dan melimpahkan barakah kepada kalian), tidakbersalaman dengan lawan jenis, Tidak berhias secara berlebihan (“Danjanganlah bertabarruj (berhias) seperti tabarrujnya jahiliyah yangpertama” – Qs. Al Ahzab (33),

Meraih Pernikahan Ruhani

Jika seseorang sudah dipenuhi dengan kecintaan dan kerinduan padaAllah, maka ia akan berusaha mencari seseorang yang sama dengannya.Secara psikologis, seseorang akan merasa tenang dan tentram jika berdampingan dengan orang yang sama dengannya, baik dalam perasaan,pandangan hidup dan lain sebagainya. Karena itu, berbahagialah seseorang yang dapat merasakan cinta Allah dari pasangan hidupnya,yakni orang yang dalam hatinya Allah hadir secara penuh. Mereka salingmencintai bukan atas nama diri mereka, melainkan atas nama Allah dan untuk Allah.

Betapa indahnya pertemuan dua insan yang saling mencintai danmerindukan Allah. Pernikahan mereka bukanlah semata-mata pertemuan duainsan yang berlainan jenis, melainkan pertemuan dua ruhani yang sedangmeniti perjalanan menuju Allah, kekasih yang mereka cintai. Itulah yangdimaksud dengan pernikahan ruhani. KALO KITA BERKUALITAS DI SISI ALLAH,PASTI YANG AKAN DATANG JUGA SEORANG (JODOH UNTUK KITA) YANG BERKUALITASPULA (Al Izzah 18 / Th. 2)

Penutup

“Hai, orang-orang beriman !! Janganlah kamu mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah kepada kamu dan jangan kamu melampaui batas,karena Allah tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.” (Qs.Al Maidaah (5) : 87).

Karena sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan. Dan sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan (Qs. Alam Nasyrah (94): 5- 6 )

Demikian Allah Memberikan aturan-aturan dalam proses pernikahan yang islami, dari mulai mencari jodoh sampai mengadakan walimahan. Tetap semangat dan menjadi mutiara sukses dalam hidup kita selalu.


Sumber dari : blognyafitri.wordpress.com

Kamis, 24 Februari 2011

Maut dan Kematian

Sahabat, inilah 11 kiat apabila kita ingin kematian dalam keadaan husnul khotimah. mari simak kata mutiara  itu.

1. Kematian yg paling mulia ialah matinya para syuhada.

2. Tidak ada sesuatu yang dialami anak Adam dari apa yg diciptakan Allah lbh berat daripada kematian. Baginya kematian lbh ringan daripada apa yg akan dialaminya sesudahnya.

3. Perbanyaklah mengingat kematian. Seorang hamba yg banyak mengingat mati maka Allah akan menghidupkan hatinya dan diringankan baginya akan sakitnya kematian. {HR. Ad-Dailami} Penjelasan: Dia mati dgn mudah dan ringan pada saat sakaratul maut.

4. Janganlah seorang mati kecuali dia dalam keadaan berbaik sangka terhadap Allah.

5. Janganlah ada orang yg menginginkan mati krn kesusahan yg dideritanya. Apabila harus melakukannya hendaklah dia cukup berkata Ya Allah tetap hidupkan aku selama kehidupan itu baik bagiku dan wafatkanlah aku jika kematian baik untukku. {HR. Bukhari}

6. Cukuplah maut sebagai pelajaran dan keyakinan sebagai kekayaan.

7. Mati mendadak suatu kesenangan bagi seorang mukmin dan penyesalan bagi orang durhaka. {HR.
Ahmad}
Penjelasan: Artinya seorang mukmin sudah mempunyai bekal dan persiapan dalam menghadapi maut tiap saat sedangkan orang durhaka tidak.

8. Tuntunlah orang yang menjelang wafat dgn ucapan Laailaaha illallah {maksudnya agar dia mau meniru mengucapkannya}.

9. Tidak dibolehkan bagi seorang wanita yg beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung atas suatu kematian lbh dari tiga malam kecuali terhadap kematian suaminya maka masa berkabungnya empat bulan dan sepuluh hari.
Penjelasan: Kematian ayah ibu saudara dan yg lain selain suaminya masa berkabungnya tidak boleh melebihi tiga hari.

10. Seorang sahabat bertanya Ya Rasulullah jenazah orang kafir berlalu di hadapan kami apakah kami perlu berdiri? Nabi Saw segera menjawab Ya berdirilah. Sesungguhnya kamu berdiri bukanlah utk menghormati mayitnya tetapi menghormati yg merenggut nyawa-nyawa.

11. Ada tiga perkara yang mengikuti mayit sesudah wafatnya yaitu keluarganya hartanya dan amalnya.
Yang dua kembali dan yg satu tinggal bersamanya. Yang pulang kembali adl keluarga dan hartanya sedangkan yg tinggal bersamanya adl amalnya. {HR. Bukhari dan Muslim}

Seorang mayit dalam kuburnya seperti orang tenggelam yg sedang minta pertolongan. Dia menanti-nanti doa ayah ibu anak dan kawan yg terpercaya. Apabila doa itu sampai kepadanya baginya lbh disukai dari dunia berikut segala isinya. Dan sesungguhnya Allah ‘Azza wajalla menyampaikan doa penghuni dunia utk ahli kubur sebesar gunung-gunung. Adapun hadiah orang-orang yg hidup kepada orang-orang mati ialah mohon istighfar kepada Allah utk mereka dan bersedekah atas nama mereka.

Allah mencatat ihsan atas segala sesuatu. Apabila kamu membunuh hewan maka bunuhlah dengan cara yg baik dan jika kamu menyembelihnya sembelihlah dgn baik. Asahlah tajam pisau potong dan ringankan hewan potongnya.

Janganlah kamu mengagumi amal seorang sehingga kamu dapat menyaksikan hasil akhir kerjanya .

Apabila seorang muslim wafat dan jenazahnya dishalati oleh empat puluh orang yg tidak bersyirik kepada Allah maka Allah mengijinkan syafaat oleh mereka baginya {si mayit}.

Percepatlah menghantar jenazah ke kuburnya. Bila dia seorang yg shaleh maka kebaikanlah yang kamu hantarkan kepadanya dan bila kebalikannya maka sesuatu keburukan yg kamu tanggalkan dari beban lehermu.

Seorang mayit dapat disiksa disebabkan tangisan keluarganya.
Penjelasan: Hal tersebut terjadi bila keluarganya menangisi mayit dgn berlebih-lebihan dan berteriak-teriak.
Menangisi dgn wajar dari anggota keluarga yg ditinggalkan wafat sebenarnya dibolehkan dalam agama. Lalu kenapa si mayit yg harus menanggung akibatnya? Ini disebabkan krn sebelum wafatnya dia tidak pernah mengajarkan hal demikian.

Barangsiapa wafat pada hari Jum’at atau pada malam Jum’at maka dia terpelihara dari fitnah kubur.

Janganlah mengingat-ingat orang-orangmu yg telah wafat kecuali dgn menyebut-nyebut kebaikan mereka.
Seorang sahabat bertanya Ya Rasulullah pesankan sesuatu kepadaku yg akan berguna bagiku dari sisi Allah. Nabi Saw lalu bersabda: Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari dunia dan hendaklah kamu bersyukur. Sesungguhnya bersyukur akan menambah keni’matan Allah dan perbanyaklah doa. Sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doamu akan terkabul.

Sumber dari : blog.re.or.id

Rabu, 23 Februari 2011

Mengenal Dan Mengamalkan Asmaul Husna

mari simak artikel dari kata mutiara islami ini : 

"Alloh mempunyai Asmaaul Husna, maka berdoalah kepadaNya dengan menyebut Asmaul Husna itu" (Al 'Araaf : 180).

Allah memiliki sembilan puluh sembilan nama, seratus kurang satu. Barangsiapa memperhitungkannya dia masuk surga. (Artinya, mengenalnya dan melaksanakan hak-hak nama-nama itu). ( HR. Bukhari)

Imam Ahmad bin Ali AlBuni (pengarang kitab Syamsul Ma'arif AlKubro) berkata: "Sebagai pelengkap Asmaul Husna Yang 99 menjadi 100 adalah nama Nabi Muhammasd SAW".

Berdoa dengan Asmaul Husna lebih cepat di-Ijabah, karena ketika seorang menyebut Asmaul Husna maka terbukalah pintu-pintu langit dan gelombang suaranya langsung naik (Mi'raj) menembus tujuh lapis langit sampai ketempat Ijabahnya Alloh. (Sidratul Muntoha ).

Para ahli Tasauf dan ahli Hikmah menamakan Asmaul Husna dengan nama Asmaul 'Idzhom artinya nama-nama yang Agung, karena nama-nama tersebut mengandung rahasia yang sangat banyak. Lafadz "Alloh" tidak termasuk dalam Asmaul Husna, karena lafadz Alloh adalah "Ismudz-zat" yaitu sebutan pada dzat Tuhan atau disebut dengan "Ismul 'adzhom" yaitu nama yang Maha Agung yang tercakup didalamnya Asmaul Husna dan nama-nama lainya.

Selain Asmaul Husna ada juga yang dinamakan Asmaul Af'al yaitu Asma Alloh yang artinya perbuatan / kelakuan Alloh. Seperti, Alloh menyiksa orang-orang kafir, Alloh menciptakan langit dan bumi atau Alloh menentukan nasib seseorang dan sebagainya.

Pada hakikatnya cara membaca Asma Alloh ada dua macam :

1. 1. Asma Alloh tidak disebut / tersirat, seperti doa Rasululloh :

2. "Allohumma innii as-aluka bikullismin huwalaka" (Ya Alloh aku memohon kepada-Mu dengan tiap-tiap nama yang engkau miliki)

1. 1. Asma Alloh yang disebutkan / tersurat. Ini terbagi dua :

2. Isim Dhomir yaitu Asma Alloh yang menggunakan kata ganti

3. Isim Dzahir yaitu Asma Alloh yang menggunakan nama langsung. Ini terbagi empat :

4. Diawali dengan lafadz Alloh :

* Tidak diawali dengan lafadz Alloh dan memakai Alif Lam ( AL)
* Diawali dengan Ya Nida ( huruf Ya berarti memohon )
* Tidak diawali dengan Ya Nida dan tidak memakai Alif Lam ( AL)

namun secara sederhananya bisa dengan ;

Do’a Pembuka:
LA ILLA HA ILLALLAHU WAH DAAHULA SYARIKALAHU
LAHUL MULKU WALAHU HAMDU BIYADDIHIL KHOIRI
WAHUWA ‘ALA KULLI SYAIIN QODIR
LA ILLA HA ILLA HU WA LAHUL ASMAAUL HUSNA.

Artinya:
Tidak ada Tuhan yang patut disembah kecuali Allah yang Esa, tidak
ada sekutu bagiNya, padaNya kekuasaan / kerajaan dan bagiNya
segala pujian ditanganNya segala kebaikan. Sesungguhnya Dia atas
tiap-tiap sesuatu berkuasa / kuasa. Tidak ada Tuhan kecuali Dia, bagiNya
nama-nama yang baik dan bagus.

Kemudian baca ASMAA’UL HUSNA yang sudah dipilih sesuai dengan
hajat masing masing dan diamalkan dalam keadaan suci lahir & bathin.

Setelah selesai membaca ASMAA’UL HUSNA tersebut lalu dilanjutkan
dengan do’a penutup sbb :

Do’a Penutup:
SUBHANA MAN LAHU ASMAAUL HUSNA WA SIFATUL ULYA
SUBHANAHU WAATA’ALA AMMA YAQULU DZHOLIMUNAA
ULUWAAN KABIRAA.

Artinya:
Maha suci Allah yang padaNya nama-nama yang baik dan bagus dan sifat
sifat yang luhur. Dia yang maha suci dan maha tinggi daripada apa yang
dikatakan oleh orang-orang yang zolim atas ketinggian dan kebesaranNya.

Tingkatan Dzikir / doa Asmaul Husna :

Tingkatan orang Khawas : Berzikir / berdoa Asmaul Husna dengan Riyadhah yaitu sambil berkhalwat, dengan waktu dan ritual tertentu dan dengan petunjuk Mursyid. Cara ini biasa dilakukan oleh orang-orang Arifin (orang-orang yang sudah mencapai maqom Ma'rifah).

Tingkatan orang Awam : Membaca Asmaul Husna hanya sebagaizikir dan doa saja tanpa ada Riyadhohnya. Cara ini biasa dilakukan oleh orang-orang pemula dalam berzikir. Bila orang awam mengamalkan Asmaul Husna dengan kontiyu dan dengan petunjuk guru maka Insya Alloh nilainya sama dengan orang Khawas.

Doa-doa Asmaul Husna :

Ada beberapa doa yang diajarkan oleh para ulama setelah membaca Asmaul Husna, umumnya doa ini panjang dan berbeda-beda redaksinya tergantung ulama yang mengijazahkannya.

Diantaranya adalah :

1. Doa Asmaul Husna ijazah dari KH.Abdullah Syafi'i (pendiri perguruan islam Asy-Syafi'iyyah)

2. Doa Asmaul Husna ijazah dari wali Qutub Habib Thahir bin Husain bin Thahir Ba'alawi.

Kelebihan Asmaul Husna :

Setiap Asmaul Husna mempunyai khadam yang siap melaksanakan maksud dari arti Asma yang dibaca untuk orang yang mengamalkannya. Khadam ini adalah para malaikat yang ada pada Asmaul Husna. ( Khadam Malaikat ).

Setiap Asmaul Husna mempunyai jumlah huruf dan hitungan angka yang terkadung didalamnya rahasia yang tersimpan dan ilmu yang terjaga yang tidak ada yang dapat mengetahuinya kecuali orang-orang yang Khawas.
Setiap Asmaul Husna dapat dijadikan Wafaq yang mempunyai kelebihan yang sangat banyak. Antara lain wafaq Ya Rahiim dan Ya Waduud untuk pengasihan dan kecintaan dan wafaq Ya Fattaah dan Ya 'Aliim untuk ilmu dan kecerdasan.

Ada beberapa Asmaul Husna tertentu yang dijadikan doa untuk kesembuhan dan kebaikan dunia akhirat, anatara lain :

1. Doa Asmaul Husna Syaikh Al Hasan bin Salim untuk menyembuhkan kebutaan

2. Doa Asmaul Husna Nabi Isa ketika menghidupkan orang mati.

3. Doa Asmaul Husna Imam Al Maqatil untuk meninggikan derajat manusia dengan bertawassul kepada Nabi Muhammad.

4. Doa Asmaul Husna Ahmad bin Ali Al Buni untuk terkabulnya semua hajat / keinginan manusia.

Rajah Asmaul Husna :
Dalam ilmu Hikmah pengamalan ayat Al-Qur'an dan Asma Alloh ada dua macam :

1. Pertama : Maqru' yaitu mengamalkan ayat Alquran atau Asma Alloh dengan cara dibaca sebagai zikir atau wirid.

2. Kedua : Mahmul yaitu mengamalkan ayat Alquran atau Asma Alloh dengan cara ditulis sebagai wafaq atau Rajah untuk diletakkan di suatu tempat atau dibawa.

Sabda Nabi : "Bila seorang hamba menulis Basmalah pada batu atau kertas, maka bahwasanya para Malaikat menuliskan untuknya pahala dan memohonkan baginya ampunan (perlindungan) selama tulisan Basmalah itu masih ada pada batu atau kertas itu". ( HR.Thabrani ).

Istilah Rajah berasal dari kata Rojaha - Yarjahu - Rujhaanan artinya sangat kuat atau lebih berat. Sedang arti Rajah menurut istilah yaitu Wafaq berupa ayat Alquran atau Asma Alloh yang ditulis pada benda seperti batu, kertas, logam atau lainnya. Rajah biasanya ditulis pada organ tubuh manusia selain auratnya secara Abstrak untuk mendapat kekuatan, keselamatan dan perlindungan dari gangguan syetan, jin dan manusia yang zalim. Dalam kitab ilmu Hikmah banyak sekali contoh Rajah dengan Asmaul Husna.

Pada implementasinya, bisa saja Asmaul Husna diamalkan dengan menggunakan perajahan secara gaib. Perajahan gaib adalah salah satu metode untuk memasukkan kekuatan - energy - aura Nur Asmaul Husna ( Asmaul Idzhom ) kedalam diri seseorang, agar bisa segera diperoleh manfaatnya yang besar.

Akan tetapi untuk menjaga agar tetap eksis, untuk melanggengkan, maka perlu dzikir Asmaul Husnah secara bersama ( berjama'ah ) agar dicapai tingkat do'a - dzikir yang "Khawas".

Dzikir Asmaul Husna bersama ini untuk melanggengkan kekuatan Rajah yang ditulis atau meningkatkan kwalitas diri kita untuk mencapai yang lebih baik. Jika kita tidak berzikir maka step by step kekuatan Rajah tersebut berkurang bahkan bisa saja hilang sehingga tidak ada reaksinya sama sekali. Disamping itu kita wajib menjauhkan diri dari larangan-laranagan Alloh dan pantangan-pantangan dalam Rajah agar kekuatan Rajah tidak hilang.

Ada tiory yang disebut dengan "Anggukan Universal". Dimana semua orang mengangguk apabila melihat, mendengar ataupun ketika merasakan kebenaran hakiki. Berdasarkan teori anggukan universal juga teori-teori yang membahas tentang Kecerdasan Spritual serta menelaah surat AS Sajadah ayat 9 dan Al Hasyr ayat 22- 24, maka dapatlah kiranya ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1. Suara hati manusia pada dasarnya bersifat universal, dengan catatan manusia tersebut telah mencapai titik zero (kosong) dan terbebas dari paradigma dan belenggu.

2. Apabila mencermati Surat As Sajadah ayat 9 dimana Allah telah meniupkan ruh ciptaan-Nya yang bersifat mulia kepada manusia, maka sebenarnya Allah telah meniupkan pula keinginan-Nya kedalam hati manusia. Ini terbuktikan oleh teori anggukan universal yang juga didasari oleh Surat Al`raf ayat 172, yaitu : Ketika jiwa manusia mengakui dan mengangguk kepada Allah bahwa Allah-lah Tuhannya. Anggukan yang membenarkan suara hati itu masih terus berjalan dan masih bisa dirasakan hingga saat ini, kecuali jika hati dalam keadaan tertutup.

3. Suara hati manusia adalah kunci spritual, karena ia adalah pancaran sifat-sifat Ilahi (surat Al Hasyr ayat 22-24). Contoh : ingin diperlakukan adil, keinginan hidup sejahtera, keinginan untuk mengasihi dan dikasihi, semuanya adalah sifat-sifat Allah. Bandingkan dengan literatur-literatur Barat yang menjelaskan tentang kecerdasan emosi, namun tak mampu mengindentifikasikan darimana sumber mata air seluruh sifat idaman tersebut.

Untuk dapat mencapai hal tersebut, lebih dulu kita harus melatih*kenapa harus dilatih??wajar kan..semua kalau dicermati harus latihan kok :)*Caranya adalah dengan ;

1. Ambillah wudhu, bersihkan semua tubuh kita dari dosa-dosa yang telah kita perbuat.

2. Lakukan Sholat Tobat dan akui semua kesalahan-kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini, minta ampun pada Allah, biarkan air matamu mengalir karena sesungguhnya air mata itu dapat memadamkan api neraka jahannam. (Al Hadist)

3. Mintalah kepada Allah untuk dibukakan hati dan pikiran kita agar hidayah Allah bisa masuk kedalam hati kita.

4. Ucapkan Istigfar berulang kali
Ucapkan dari hatimu yang paling dalam, jangan hanya dibibir saja, tapi resapi setiap ucapan itu. Coba tarik nafas dalam-dalam kemudian lepaskan, ulangi hingga anda merasa nyaman.

5. Kemudian mulailah Berzikir, menyebut nama-nama Suci Allah
Zikir tidak tergantung dari berapa banyak jumlah anda melakukannya, tapi keikhlasan hati anda dalam mengucapkannya yang penting. Resapi setiap lafaz zikir yang anda ucapkan, biarkan nama-nama Allah itu mengalir dalam aliran darahmu, cobalah temukan getarannya disana. Telaahlah kembali Surat Al A`raf ayat 172. Sebuah makna yang teramat dalam akan jelas memancar daripadanya bahwa : Ketika jiwa manusia mengangguk mengakui Allah sebagai Tuhannya, maka saat itulah sifat-sifat Tuhan Yang Suci dan Mulia, akan memancar dalam GOD SPOT nya.

Dibawah ini akan saya berikan 99 Sifat Allah SWT yang terdapat dalam Al Quran (sumber dari segala suara hati manusia). Sifat-sifat yang sering tiba-tiba muncul dan dirasakan, bisa berupa larangan, peringatan atau sebaliknya. Sebuah keinginan bahkan bimbingan. Seringkali dapat berupa penyesalan apabila dorongan itu terlewatkan. Sempatkan bagi hati anda untuk bersitirahat sejenak berkomunikasi dengan Allah.
"Bacalah dengan menyebut nama Tuhan-Mu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang maha pemurah, yang mengajarkan dengan perantaraan kalam, dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya. (Al Alaq 1-5)

ASMA'UL HUSNA
dan fadhilat-fadhilatnya

1. Allah
The God
Apabila dizikirkan 500 X setiap malam, lebih-lebih lagi selepas solat tahajjud atau solat sunat 2
rakaat mempunyai pengaruh yang besar di dalam mencapai segala yang dihajati.

2. Al Rahman
Maha Pemurah
The Most Merciful
Apabila dizikirkan sesudah solat 5 waktu sebanyak 500 X , maka hati kita akan menjadi terang,
tenang & sifat-sifat pelupa & gugup akan hilang dengan izin Allah.

3. Al Rahim
Maha Penyayang
The Most Merciful
Apabila dizikirkan sebanyak 100 X setiap hari , InsyaAllah kita akan mempunyai daya penarik
yang besar sekali hingga manusia merasa cinta & kasih serta sayang terhadap kita.

4. Al Malik
Maha Merajai/memerintah
The King, The Sovereign
Apabila dizikirkan sebanyak 121 X setiap pagi atau setelah tergelincirnya matahari, segala
pekerjaan yang dilakukan setiap hari akan mendatangkan berkat & kekayaan yang diredhai
Allah.

5. Al Quddus
Maha Suci
The Most Holy
apabila dizikirkan sebanyak 100 X setiap pagi setelah tergelincirnya matahari, maka hati kita
akan terjaga dari semua penyakit hati seperti sombong, iri hati, dengki dan lail-lain.

6. As Salaam
Maha Memberi Kesejahteraan
Peace and Blessing
Apabila dizikirkan sebanyak 136 X, InsyaAllah jasmani & rohani kita akan terhindar dari segala
penyakit sehingga badan menjadi segar sihat & sejahtera.

7. Al Mu'min
Yang Memberi Keamanan
The Guarantor
Apabila dizikirkan sebanyak 236 X , InsyaAllah diri kita, keluarga & segala kekayaan yang
dimiliki akan terpelihara & aman dari segala macam gangguan yang merosakkan.

8. Al Muhaimin
Maha Pemelihara
The Guardian, The Preserver
Apabila dizikirkan sebanyak 145 X sesudah solat fardhu Isyak, Insyaallah fikiran & hati kita
akan terang & bersih.

9. Al Aziz
Maha Gagah
The Almighty/ The Self Sufficient
Apabila dizikirkan sebanyak 40 X sesudah solat subuh, Insyaallah kita akan menjadi orang
yang mulia, disegani orang kerana penuh kewibawaan.

10. Al Jabbar
Maha Perkasa
The Powerful/ The Irresistible
Apabila dizikirkan sebanyak 226 X pagi & petang, semua musuh akan menjadi tunduk &
patuh dengan izin Allah.

11. Al Mutakkabir
Maha Megah/Yang Memiliki Kebesaran
The Tremendous
Apabila dizikirkan sebanyak 662 X maka dengan kebijaksanaan bertindak, kita
akan dapat menundukkan semua musuh, bahkan mereka akan menjadi pembantu
yang setia.

12. Al Khaliq
Maha Pencipta
The Creator
Dibaca mengikut kemampuan atau sebanyak 731 X, Insyaallah yang ingin otak cerdas,
cepat menerima sesuatu pelajaran. Amalan ini akan memberikan otak kita cerdas dan
cepat tangkap (faham).

13. Al Baari
Yang Melepaskan (Membuat, Membentuk, Menyeimbangkan)
The Maker
Sekiranya kita berada di dalam kesukaran atau sedang sakit, dibaca sebanyak 100 X
selama 7 hari berturut-turut, Insyaallah kita akan terlepas dari kesukaran & sembuh
dari penyakit tersebut.

14. Al Mushawwir
Yang Membentuk Rupa (makhluknya)
The Fashioner of Forms
Sekiranya seorang isteri yang sudah lama belum mempunyai anak, maka cubalah
ikhtiar ini dengan berpuasa selama 7 hari dari hari Ahad hingga Sabtu. Di waktu hendak
berbuka puasa, ambil segelas air dan dibacakan "Ya Mushawwir" sebanyak 21 X, Kemudian
diminum air tersebut untuk berbuka puasa. Bagi sang suami, hendaklah berbuat perkara
yang sama tetapi hanya dengan berpuasa selama 3 hari sahaja. Kemudian pada waktu
hendak berjimak, bacalah zikir ini sebanyak 10 X. Insyaallah akan dikurniakan anak yang soleh.

15. Al Ghaffar
Maha Pengampun
The Ever Forgiving
Sambil beri'tikaf (diam dalam masjid dalam keadaan suci) bacalah zikir ini sebanyak 100 X
sambil menunggu masuknya solat Jumaat. Insyaallah akan diampunkan dosa-dosa kita.

16. Al Qahhar
Yang Memaksa
The All Compelling Subduer
Zikir mengikut kemampuan atau sebanyak 306 X, maka hati kita akan dijaga dari
ketamakan & kemewahan dunia & Insyaallah orang-orang yang selalu memusuhi
kita akan sedar & tunduk akhirnya.

17. Al Wahhaab
Maha Pemberi Kurnia
The Bestower
Dizikir sebanyak 100 X sesudah solat fardhu, barang siapa yang selalu didalam kesempitan,
Insyaallah segala kesulitan atau kesempitan dalam soal apa pun akan hilang.

18. Ar Razzaaq
Maha Pemberi Rezeki
The Ever Providing
Dizikir mengikut kemampuan sesudah solat fardhu khususnya solat subuh. Insyaallah akan
dipermudahkan rezeki yang halal & membawa berkat. Rezeki akan datang tanpa diduga.
Tetapi perlulah dilakukan dengan ikhtiar yang zahir.

19. Al Fattaah
Maha Pembuka Rahmat
The Opener/The Victory Giver
Dizikir sebanyak 71 X sesudah selesai solah Maktubah. Insyaallah hati kita akan dibuka
oleh Allah sehingga mudah menerima nasihat agama.

20. Al Aliim
Maha Mengetahui (Memiliki Ilmu)
The All Knowing/The Omniscient
Dizikir sebanyak 100 X setiap selesai solat Maktubah, Insyaallah akan mendapat kemaktifatan
yang sempurna.

21. Al Qaabidhu
Yang Menyempitkan (makhluknya)
The Restrainer/ The Straightener
Dizikirkan 100 X setiap hari, maka dirinya akan semakin dekat dengan Allah & terlepas dari
segala bentuk ancaman.

22. Al Baasithu
Yang Melapangkan (makhluknya)
The Expander/ The Munificent
Bagi mereka yang berniaga atau mempunyai usaha-usaha lain, kuatkanlah usaha & berniaga
itu dengan memperbanyakkan membaca zikir ini setiap hari, Insyaallah rezeki akan menjadi
murah.

23. Al Khaafidh
Yang Merendahhan (makhluknya)
The Abaser
dizikirkan sebanyak 500 X setiap hari, dalam keadaan suci, khusyuk & tawwaduk, Insyaallah
segala maksud akan ditunaikan Allah. Juga apabila mempunyai musuh, musuh itu akan
jatuh mertabatnya.

24. Ar Raafi'
Yang Meninggikan (makhluknya)
The Exalter
Dizikirkan setiap hari, baik siang atau malam sebanyak 70 X, Insyaallah keselamatan harta
benda di rumah, di kedai atau di tempat-tempat lain akan selamat & terhindar dari kecurian.

25. Al Mu'izz
Yang Memuliakan (makhluknya)
The Giver of Honor
Dizikirkan sebanyak 40 X setiap hari, Insyaallah akan memperolehi kewibawaan yang besar
terutama ketua-ketua jabatan atau perniagaan.

26. Al Mudzil
Yang Menghinakan (makhluknya )
The Giver of Dishonor
Perbanyakkanlah zikir ini setiap hari, sekiranya ada orang yang berhutang kepada kita &
sukar untuk memintanya, insyaallah si penghutang akan sedar & membayar hutangnya kembali.

27. Al Samii'
Maha Mendengar
The All Hearing
Sekiranya ingin doa kita makbul & pendengaran telinga kita tajam, biasakanlah zikir ini setiap
hari menurut kemampuan, lebih-lebih lagi sesudah solat Dhuha, Insyaallah doa akan mustajab.

28. Al Bashir
Maha Melihat
The All Seeing
Dizikirkan sebanyak 100 X sebelum solat Jumaat, Insyaallah akan menjadikan kita terang hati,
cerdas otak & selalu diberikan taufik & hidayah dari Allah.

29. Al Hakam
Maha Menetapkan
The Judge/ The Arbitrator
Dizikirkan sebanyak 68X pada tengah malam dalam keadaan suci, Insyaallah dapat membuka
hati seseorang itu mudah menerima ilmu-ilmu agama & membantu kecepatan mempelajari
ilmu-ilmu agama.

30. Al Adllu
Maha Adil
The Utterly Just
Dizikirkan sebanyak 104 X setiap hari sesudah selesai solat 5 waktu, Insyaallah diri kita
selalu dapat berlaku adil.

31. Al Lathiff
Maha Lembut
The Subtly Kind
Dengan memperbanyakkan zikir ini mengikut kemampuan, Insyaallah bagi para peniaga, ikthiar
ini akan menjadikan barangan jualannya menjadi laris & maju.

32. Al Khabiir
Maha Mengetahui Rahsia
The All Aware
Dengan memperbanyakkan zikir ini setiap hari, terkandung faedah yang teramat banyak
sekali sesuai dengan maksud zikir ini antara lain faedahnya ialah dapat bertemu dengan
teman atau anak yang telah terpisah sekian lama.

33. Al Haliim
Maha Penyantun
The Forbearing/The Indulgent
Dizikirkan sebanyak 88 X selepas solat 5 waktu, bagi mereka yang mempunyai kedudukan
dalam pemerintahan, syarikat atau apa saja, Insyaallah dipastikan kedudukannya tidak akan
dicabar atau diungkit-ungkit atau tergugat.

34. Al Azhiim
Maha Agung
The magnificient/The Infinite
Dizikirkan sebanyak 12 X setiap hari untuk orang yang sekian lama menderitai sakit, Insyaallah
akan sembuh. Juga apabila dibaca 12 X kemudian ditiupkan pada tangan lalu diucap-usap
pada seluruh badan, maka dengan izin Allah akan terhindar dari gangguan jin, syaitan dan
sebagainya.

35. Al Ghafuur
Maha Pengampun
The All Forgiving
Bagi orangyang bertaubat, hendaklah memperbanyakkan zikir ini dengan mengakui dosa-dosa
& beriktikad untuk tidak mengulanginya, Insyaallah akan diterima taubatnya oleh Allah.

36. As Syakuur
Maha Pembalas Budi (Menghargai)
The Grateful
Dizikirkan sebanyak 40 X selepas solat hajat, sebagai pengucapan terima kasih kepada Allah.
Insyaallah semua hajat kita akan dimakbulkan Allah. Lakukanlah setiap kali mempunyai hajat
yang penting & terdesak.

37. Al 'Aliy
Maha Tinggi
The Sublimely Exalted
Untuk mencerdaskan otak anak kita yang bebal, tulislah zikir ini sebanyak 110 X
(DIDALAM BAHASA ARAB BUKAN BAHASA MALAYSIA!!!!) lalu direndam pada air yang
dingin dan diberikan si anak meminumnya, Insyaallah lama kelamaan otak si anak itu akan
berubah cemerlang & tidak dungu lagi. Insyaallah.

38. Al Kabiir
Maha Besar
The Great
Bagi seseorang yang kedudukannya telah di rampas atau dilucut gara-gara sesuatu fitnah,
maka bacalah zikir ini sebanyak 1000 X selama 7 hari berturut-turut dalam keadaan
suci sebagai pengaduan kepada Allah. Lakukanlah sesudah solat malam (tahajud atau hajat.)

39. Al Hafizh
Maha Menjaga
The Preserver
Dizikirkan sebanyak 99 X, Insyaallah diri kita akan terlindung dari gangguan binatang
buas terutamanya apabila kita berada di dalam hutan.

40. Al Muqiit
Maha Pemberi Kecukupan
The Nourisher
Sekiranya kita berada di dalam kelaparan seperti ketika sesat di dalm hutan atau di mana
sahaja sehingga sukar untuk mendapatkan bekalan makanan, maka perbanyakkan zikir
ini. Insyaallah badan kita akan menjadi kuat & segar kerana rasa lapar telah hilang.

41. Al Hasiib
Maha Membuat Perhitungan
The Reckoner
Untuk memperteguhkan kedudukan yang telah kita jawat, amalkanlah zikir ini sebanyak 777 X
sebelum matahari terbit & selepas solat Maghrib, Insyaallah akan meneguhkan kedudukan kita
tanpa sebarang gangguan.

42. Al Jaliil
Maha Mulia
The Majestic
Barang siapa mengamalkan zikir ini pada sepertiga malam yang terakhir, Insyaallah kita akan
mendapati perubahan yang mengkagumkan - perniagaan akan bertambah maju. Andai seorang
pegawai, maka tanpa di sedari kedudukan kita akan lebih tinggi dan terhormat & begitulah
seterusnya dengan izin Allah.

43. Al Kariim
Maha Pemurah
The Bountiful/The Generous
Untuk mencapai darjat yang tinggi & mulia di dunia mahupun di akhirat kelak, maka
amalkanlah zikir ini sebanyak 280 X ketika hendak masuk tidur. Nescaya Allah akan
mengangkat darjat mereka yang mengamalkan zikir ini.

44. Ar Raqiib
Maha Mengawasi
The Watchful
Bagi meminta pertolongan kepada Allah terhadap penjagaan barang yang dikhuatirkan,
maka zikirkan sebanyak 50 X setiap hari dengan niat agar barang-barang yang
di khuatirkan yang berada di tempat yang jauh & sukar dijaga terhindar dari sebarang
kecurian mahupun gangguan lainnya. Bertawakkal & yakinlah kepada Allah,
Insyaallah......

45. Al Mujiib
Maha Mengabulkan
The Responsive/ The Answere
Sesungguhnya Allah adalah Zat yang menerima doa hambaNya & agar doa kita mustajab &
selalu diterima Allah, hendaklah mengamalkan zikir ini sebanyak 55 X sesudah solat subuh.
Insyaallah Tuhan akan mengabulkan doa kita.

46. Al Waasi
Maha Luas
Tha Vast/ The All Encompassing
Apabila di dalam kesulitan maka amalkanlah zikir ini sebanyak 128 X setiap pagi & petang,
Insyaallah segala kesulitan akan hilang berkat pertolongan Allah. Andai zikir ini
sentiasa diamalkan, Insyaallah Tuhan akan menjaga kita dari hasad dengki sesama makhluk.

47. Al Hakiim
Maha Bijaksana
The Wise
Bagi pelajar atau sesiapa sahaja yang memperbanyakkan zikir ini setiap hari, Insyaallah
akalnya akan menjadi cerdas & lancar di dalam menghafal & mengikuti pelajaran.
Amalkanlah sekurang-kurangnya 300 X setiap hari.

48. Al Waduud
Maha Pencinta
The Loving/ The Kind One
Amalkan zikir ini sebanyak 11000 X pada setiap malam. Insyaallah kita akan menjadi
insan yang sentiasa bernasib baik, disayangi & rumahtangga kita akan sentiasa berada
di dalam keadaan harmoni.

49. Al Majiid
Maha Mulia
The All Glorious
Untuk ketenteraman keluarga di mana setiap anggota keluarga sentiasa menyayangi
& menghormati & khasnya kita sebagai ketua keluarga, maka amalkanlah zikir ini
sebanyak 99 X, sesudah itu hembuskan kedua belah tapak tangan dan usap ke
seluruh muka. Insyaallah semua anggota keluarga kita akan menyayangi &
menghormati kita sebagai ketua keluarga.

50. Al Baa'its
Maha Membangkitkan
The Raiser of the Dead
Zikirkan sebanyak 100 X dengan meletakkan kedua tangan ke dada, Insyaallah akan
memberi kelapangan dada dengan ilmu & hikmah.

51. As Syahid
Maha Menyaksikan
The Witness
Apabila ada di kalangan anggota keluarga kita yang suka membangkang atau
sebagainya, maka zikirkan sebanyak 319 X secara berterusan setiap malam
sehingga si pembangkang akan sedar & berubah perangainya.

52. Al Haqq
Maha Benar
The Truth/ The Real
Perbanyakkan zikir ini, Insyaallah ianya sangat berfaedah sekali untuk menebalkan
iman & taat di dalam menjalankan perintah Allah.

53. Al Wakiil
Maha Memelihara
The Trustee/ The Dependable
Sekiranya terjadinya hujan yang disertai ribut yang kuat, atau terjadi gempa, maka
ketika itu perbanyakkanlah zikir ini, Insyaallah bencana tersebut akan menjadi reda
& kembali seperti sediakala.

54. Al Qawiyyu
Maha Kuat
The Strong
Amalkan zikir ini sebanyak mungkin agar kita tidak gentar apabila berdepan dengan
sebarang keadaan mahupun berdepan dengan si zalim.

55. Al Matiin
Maha Kukuh
The Firm/ The Steadfast
Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin kerana ianya mempunyai fadhilat yang
besar sekali, antaranya untuk mengembalikan kekuatan sehingga musuh merasa
gentar untuk mengganggu.

56. Al Waliyy
Maha Melindungi
The Protecting Friend/ Patron & Helper
Barangsiapa yang menjawat sebarang jawatan atau kedudukan, maka amatlah
elok sekali mengamalkan zikir ini sebanyak mungkin kerana dengan izinNya,
kedudukan kita akan kukuh & terhindar dari sebarang gangguan orang-orang
yang bersifat dengki.

57. Al Hamiid
Maha Terpuji
The All Praiseworthy
Perbanyakkanlah zikir ini sebagai pengakuan bahawa hanya Allah sahaja yang
paling berhak menerima segala pujian.

58. Al Muhshiy
Maha Mengkalkulasi
The Accounter/ The Numberer of All
Sekiranya kita inginkan diri kita digolongkan di dalam petolongan yang selalu
dekat dengan Allah (muraqabah), maka amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin
sesudah solat 5 waktu.

59. Al Mubdi'
Maha Menghidupkan
The Giver of Life
Agar segala apa yang kita rancangkan akan berhasil, maka zikirkanlah sebanyak
470 X setiap hari. Insyaallah.....

60. Al Mu'iid
Maha Mengembalikan Kehidupan
The Reinstater Who Brings Back All
Andai ada anggota keluarga yang menghilangkan diri dan sebagainya, amalkanlah
zikir ini sebanyak 124 X setiap hari sesudah solat. Insyaallah di pertunjukkan
akan hasilnya.

61. Al Muhyii
Maha Menghidupkan
The Giver of Life
Amalkan zikir ini sebanyak 58 X setiap hari, Insyaallah kita akan diberikan
kemuliaan, darjat dunia & akhirat kelak.

62. Al Mumiitu
Maha Mematikan
The Bringer of Death/ The Destroyer
Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, Insyaallah akan dipermudahkan
di dalam perniagaan, berpolitik dan sebagainya.

63. Al Hayyu
Maha Hidup
The Ever Living
Untuk mencapai kekuatan mental/batiniah di dalam menjalani kehidupan,
perbanyakkanlah zikir ini.

64. Al Qayyumm
Maha Mandiri
The Self Subsisting Sustainer Of All
Telah berkata Imam Ghazali bahawa barangsiapa yang ingin memperolehi
harta yang banyak lagi berkat, ingin dikasihi oleh setiap manusia, ingin
berwibawa, ditakuti musuh & ingin menjadi insan yang terhormat, maka
zikir lah dengan "YA HAYYU YA QAYYUUM..." sebanyak 1000 X setiap malam
atau siang hari. Hendaklah melakukannya secara berterusan, Insyaallah akan
tercapai segala hajat.

65. Al Waajid
Maha Penemu
The Perceiver/ The Finder/ The Unfailing
Andai berkeinginan berkeperibadian yang kukuh, tidak mudah terpengaruh & teguh
pendirian, maka perbanyakkanlah zikir ini.

66. Al Maajid
Maha Mulia
The Illustrious/ The Magnificent
Demi kecerdasan otak & agar dipermudahkan hati untuk menerima pelajaran, maka
hendaklah pelajar tersebut memperbanyakkan zikir ini setiap hari.

67. Al Wahiid
Maha esa
The One/ The All Inclusive/ The Indivisible
Bagi pasangan yang belum mempunyai cahayamata & tersangat ingin untuk
menimangnya, amalkanlah zikir ini sebanyak 190 X setiap kali selesai menunaikan
solat 5 waktu selama satu bulan & selama itu juga hendaklah berpuasa sunat
Isnin & Khamis, Insyaallah....

68. As Somad
Maha Diperlukan/ Tempat Meminta
The Self Sufficient/ The Impregnable/ The Eternally Besought of All/ The Everlasting
Ketika dalam kelaparan akibat sesat atau kesempitan hidup, maka pohonlah kepada
Allah dengan zikir ini sebanyak mungkin, Insyaallah, diri akan berasa segar sentiasa.

69. Al Qaadir
Maha Menentukan/ Maha Menyeimbangkan
The All Able
Apabila kita berhajatkan sesuatu namun ianya selalu gagal, maka amalkanlah zikir
ini sebanyak 305 X setiap hari, Insyaallah segala hajat akan berhasil.

70. Al Muqtadir
Maha Berkuasa
The All Determiner/ The Dominant
Agar tercapai tujuan yang dikehendaki, selain dari berikhtiar secara lahiriah, maka
berzikirlah dengan zikir ini seberapa mampu sehingga ikhtiar kita itu berhasil kerana
zikir ini akan mempercepatkan keberhasilan hajat kita itu.

71. Al Muqaddim
Maha Mendahulukan
The Expediter/ He Who Brings Forward
Menurut Imam Ahmad bin Ali Al-Buuniy, beliau berkata "Barangsiapa yang berzikir
dengan zikir ini sebanyak 184 X setiap hari, Insyaallah nescaya segala usahanya
akan berhasil".

72. Al Mu'akkhir
Maha Mengakhirkan
The Delayer/ He Who Puts Far Away
Bagi meninggikan lagi ketaatan kita kepada Allah, perbanyakkanlah zikir ini.

73. Al Awwal
Maha Awal
The First
Barangsiapa yang mengamalkan zikir ini sebanyak 37 X, setiap hari, Insyaallah
segala apa yang dihajati akan diperkenankan oleh Allah.

74. Al Aakhir
Maha Akhir
The Last
Amalkan berzikir sebanyak 200 X sesudah solat 5 waktu selama satu bulan,
Insyaallah Tuhan akan membuka pintu rezeki yang halal.

75. Az Zhaahir
Maha Nyata
The Manifest/ The All Victorious
Amalkanlah zikir ini sebanyak 1106 X selesai solat waktu di tempat sunyi
(khalwat), nescaya Allah akan membuka hijab padanya dari segala
rahsia yang pelik & sukar serta di beri kefahaman ilmu.

76. Al Baathin
Maha Ghaib
The Hidden/ The All Encompassing
Seperti No. 75 juga, tetapi amalkanlah sebanyak 30 X sesudah solat fardhu.

77. Al Waali
Maha Memerintah
The Patron
Memperbanyakkan zikir ini setiap pagi & petang boleh menyebabkan seseorang
itu menjadi orang yang ma'rifat, iaitu hatinya dibuka oleh Allah. Difahamkan para
wali Allah selalu memperbanyakkan zikir ini.

78. Al Muta'aalii
Maha Tinggi
The Self Exalted
Sekiranya kita akan berjumpa dengan mereka yang berkedudukan tinggi atau
mereka yang sukar untuk ditemui, maka bacalah zikir ini sebanyak mungkin
sewaktu mengadap, Insyaallah dengan mudah kita akan berjumpa dengannya
& segala hajat yang penting-penting akan berhasil.

79. Al Barri
Maha Penderma
The Most Kind And Righteous
Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin setiap hari, Insyaallah segala apa yang kita
hajati akan terlaksana dengan mudah.

80. At Tawwaab
Maha Penerima Taubat
The Ever Returning/ Ever Relenting
Bagi orang yang selalu membuat dosa & ingin bertaubat maka hendaklah
memperbanyakkan zikir ini supaya dengan mudah diberikan petunjuk kembali
ke jalan yang lurus.

81. Al Muntaqim
Maha Penyiksa
The Avenger
Jika berhadapan dengan orang yang zalim, supaya dia tidak melakukan
kezalimannya terhadap kita, maka hendaklah kita memperbanyakkan
zikir ini setiap hari sesudah solah fardhu. Insyaallah, kita akan mendapat
pertolongan Allah.
82. Al Afuww
Maha Pemaaf
The Pardoner/ The Effacer Of Sins
Barangsiapa memperbanyakkan zikir ini, nescaya dia akan diampuni segala
dosanya oleh Allah.

83. Ar Ra'uuf
Maha Pengasih
The Cpmpassionate/ The All Pitying
Bagi sesiapa yang inginkan dirinya disenangi oleh teman atau sesiapa sahaja
yang memandangnya, amalkanlah zikir ini seberapa mampu samada pada
waktu siang mahupun malam.

84. Malikul Mulk
Penguasa Kerajaan (Semesta)
The Owner Of All Sovereignty
Seseorang pengarah atau ketua yang ingin kedudukan yang kekal & tetap tanpa
diganggu gugat, hendaklah selalu mengamalkan zikir ini sebanyak 212 X
sesudah solat fardhu & 212 X pada setiap malam selama sebulan. Insyaallah
akan mendapat pertolongan Allah.

85. Dzul Jalaali Wal Ikraam
Pemilik Kebesaran Dan Kemuliaan
The Lord Of Majesty And Generosity
Amalkanlah zikir ini sebanyak 65 X setiap hari selama sebulan, Insyaallah segala
hajat kita akan tercapai dengan pertolongan Allah.

86. Al Muqsith
Maha Adil
The Equitable/ The Requiter
Berzikirlah dengan zikir ini mengikut kemampuan, Insyaallah Tuhan akan
menganugerahkan sifat adil kepada mereka yang mengamalkannya.

87. Al Jamii'
Maha Mengumpulkan
The Gatherer/ The Unifier
Sekairannya ada dikalangan keluarga kita atau isteri kita yang lari dari rumah, maka
amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin pada setiap hari dengan niat semoga Allah
menyedarkan orang tersebut. Dengan izin Allah orang yang lari itu akan pulang
dalam jangka waktu yang singkat.

89. Al Ghaniyy
Maha Memberi Kekayaan
The Enricher/ The Emancipator
Amalkanlah zikir ini pada setiap hari sebanyak mungkin, Insyaallah apa yang kita
usahakan akan cepat berhasil & kekayaan yang kita perolehi itu akan mendapat
berkat.

90. Al Maani
Maha mencegah
The Withholder/ The Shielder/ The Defender
Mintalah kekayaan yang bermanafaat untuk kehidupan dunia & akhirat kepada
Allah dengan memperbanyakkan zikir ini. Insyaallah segala hajat kita akan
tercapai.

91. Ad Dhaar
Maha Memberi derita
The Distressor/ The Harmer
Asma' ini sangat berguna di dalam ikhtiar kita untuk menyembuhkan sesuatu
penyakit yang mana sudah lama dihidapi & telah puas dihidapi & telah puas
diubati. Amalkanlah zikir ini sebanyak 1001 X pada setiap hari. Insyaallah
dengan ikhtiar ini penyakit itu akan cepat sembuh.

92. An Nafii'
Maha Memberi Manafaat
The Propitious/ The Benefactor
Menurut Imam Ahmad Al-Buuniy, barangsiapa mengamalkan zikir ini setiap
hari, maka bagi orang yang sakit, sakitnya akan sembuh & bagi orang yang
susah akan dihilangkan kesusahannya dengan izin Allah.

93. An Nuur
Maha Bercahaya (Menerangi/Memberi Cahaya)
The Light
Menurut Sheikh Ahmad Bin Muhammad As Shawi, barangsiapa yang menghendaki
kemuliaan yang agung & memperolehi apa yang dimaksudkan baik kebaikan
dunia mahupun kebaikan akhirat kelak, maka hendaklah selalu berzikir dengan
zikir ini setiap pagi & petang.

94. Al Haadii
Maha Pemberi Pertunjuk
The Guide
Bagi sesiapa yang dalam perjalanan ke suatu tempat tertentu, kemudian dia
tersesat, hendaklah dia memohon pertunjuk Allah dengan memperbanyakkan
zikir ini, Insyaallah akan diberikan pertolongan oleh Allah akan cepat lepas
dari kesesatan tersebut.

95. Al Baadii
Maha Pencipta
Incomparable/ The Originator
Andai kita mempunyai rancangan yang sangat penting & bagi memastikan
rancangan kita itu berjaya & berjalan lancar, maka zikirkanlah dengan zikir ini
sebanyak 500 X selepas solat fardhu. Insyaallah Tuhan akan memberikan
pertolongan hingga rancangan kita berjaya & berjalan lancar.

96. Al Baaqii
Maha kekal
The Ever Enduring And Immutable
Amalkanlah zikir ini sebanyak mungkin tanpa mengira batas waktu, Insyaallah
dengan ikhtiar ini semua pekerjaan yang telah menjadi punca rezeki tidak akan
mudah terlepas, perniagaan tidak akan rugi atau bankrap dengan berkat zikir ini.

97. Al Waarits
Maha Pewaris
The Heir/ The Inheritor of All
Sekiranya kita berzikir sebanyak 500 X selepas solat fardhu atau sebagainya, supaya
segala urusan kita itu berjalan lancar, maka hendaklah pada setiap malam berzikir
dengan zikir ini sebanyak 707 X . Insyaallah berkat zikir ini Allah akan memberi
petunjuk sehingga usaha kita akan berhasil dengan baik & memberangsangkan.

98. Ar Rasyiid
Maha Pandai
The Guide/ Infallible Teacher And Knower
Walaupun kita tergolong di dalam golongan yang cerdas otak, namun biasakanlah
zikir ini sebanyak mungkin, Nescaya otak kita akan menjadi bertambah cerdas.

99. As Shabuur
Maha Sabar
The Patient And Timeless

Demikianlah kita dapat mengenal Asmaul Husna, semoga kita dapat mengamalkannya.

Sumber dari : aindra.blogspot.com

Selasa, 22 Februari 2011

Mendustai Agama Allah SWT

Sahabat, sekarang admin memposting kata mutiara islami yang cukup bagus untuk kita renungkan yaitu mendustai agama Allah SWT.

Firman Allah SWT yang bermaksud: Tahukah kamu (orang yang mendustakan agama, itulah orang-orang yang menindas anak-anak yatim dan tidak menganjurkan memberi makanan kepada orang-orang miskin. (Surah Al Ma’un ayat 1-3).

Seseorang muslim sanggup mendirikan sembahyang dan melaksanakan ibadat-ibadat yang lain. Namun, kepercayaan seseorang terhadap agama Allah itu tidaklah dapat dinilai dengan sembahyang semata-mata, sebab Islam bukanlah agama kulit dan agama upacara.

Sesungguhnya hakikat iman itu mempunyai ciri-ciri alamat yang membuktikan kewujudannya. Selama alamat itu belum wujud maka keimanan dan kepercayaan itu pun tidak wujud.

Sebenarnya, di antara akidah dan syariat Islam tidak boleh bercerai dan berpisah antara satu bahagian dengan bahagian yang lain. Malah, Islam adalah agama yang bersepadu di mana kegiatan akidah membuahkan ibadah, sedangkan ibadat berkaitan dengan tugas perseorangan. Tugas perseorangan pula berkait rapat dengan tugas masyarakat yang kesemuanya menuju ke arah kebaikan manusia dan pengabdian diri kepada Allah.

Oleh yang demikian, seorang muslim tidak boleh mengambil sebahagian daripada syariat Islam dan menolak sebahagian yang lain. Ia tidak harus menerima sesuatu yang disukainya sahaja dan menolak sebahagian syariah yang tidak disukainya.

Inilah maksud Islam dalam konteks penyerahan diri dan pengabdian kepada Allah dan di sinilah terletak batas kufur yang menjadi masalah masyarakat sepanjang zaman.

Tiga ayat yang dibaca di awal khutbah ini menjadi contoh serta gambaran yang jelas satu hakikat agama yang amat besar dan hampir mengubah sama sekali pengertian biasa mengenai iman dan kufur serta yang selalu dirasakan oleh kebanyakan kita.

Firman Allah itu dimulai dengan pernyataan Allah, adakah engkau melihat atau adakah engkau tahu siapakah pendusta-pendusta agama itu, kemudian Allah menegaskan sebagai jawapan. Sesungguhnya, yang demikian itu adalah mereka yang menindaskan anak-anak yatim dan tidak menggalakkan memberi makan kepada orang-orang miskin.
Inilah suatu jawapan yang memeranjatkan kerana hanya dengan sebab kita mengabaikan beberapa kebajikan terhadap anak yatim dan orang miskin, kita boleh digolongkan sebagai pendusta-pendusta agama sendiri.
Betapa pula halnya kalau kita melakukan kerja jahat, meninggalkan sembahyang, berjudi, berzina dan bagaimana jadinya kepada Islam sekiranya sebahagian daripada syariat-syariat Islam itu kita pertikaikan sesama sendiri.

Allah memberi peringatan kepada kita tentang kebajikan anak yatim dan orang miskin sehingga ia dihubungkan dengan pengertian agama itu sendiri. Mengabaikan kebajikan mereka bererti mengabaikan agama sebaliknya memuliakan mereka menjadi sifat-sifat orang yang beragama.

Firman Allah yang bermaksud: Ada pun terhadap anak-anak yatim maka janganlah engkau bersikap kasar terhadapnya dan ada pun orang yang meminta-minta maka janganlah engkau tengking herdik dan adapun nikmat Tuhanmu hendaklah engkau sebutkan sebagai menzahirkan kesyukuran. (Surah Adh Dhuha Ayat 9-11).

Anak yatim ialah kanak-kanak yang belum baligh sama ada lelaki atau perempuan yang telah kematian bapanya atau ibunya atau kedua-duanya sekali. Orang yang pertama yang bertanggungjawab adalah waris-warisnya untuk memeliharanya sehingga besar dengan peliharaan yang sempurna sehingga ia berupaya menjalani hidup sendiri.

Di samping itu, mereka hendaklah mengelakkan diri daripada menganiaya
seperti menindas mereka atau mengkhianati mereka dan harta kepunyaan mereka. Maka apabila waris tidak mampu memeliharanya kerana kemiskinan dan sebagainya maka wajiblah yang kaya dan yang berupaya memberikan bantuan dan memelihara mereka.

Sekiranya golongan yang kaya dan berupaya itu tidak pula mengabaikan kewajipannya maka tertanggunglah kepada masyarakat keseluruhannya.

Memelihara anak yatim dalam rumah sendiri adalah sebaik-baik amal yang dituntut oleh Islam sehingga Rasullullah s.a.w pernah bersabda yang bermaksud: Sekasih-kasih rumah di sisi Allah ialah rumah yang ada di dalamnya anak-anak yatim yang dimuliakannya.

Bukanlah dengan diberi makan minum semata-mata disebabkan kemiskinan mereka, sebab anak yatim juga ada yang kaya daripada harta peninggalan ibu bapanya, tetapi yang lebih penting daripada itu ialah layanan kasih sayang, dididik dan seumpamanya kerana hal seperti ini tidak dapat diperolehi dan ditukarganti seperti harta sebab kasih sayang hanya diperolehi dari jiwa yang halus dan lembut dari didikan iman dan kepercayaan kepada Allah.

“Mereka bertanya kepada kamu ya Muhammad tentang soal anak yatim. Katakanlah kepada mereka, memperbaiki keadaan mereka adalah lebih baik dan juga kamu bergaul dengan mereka samalah sepertimana kamu bergaul dengan saudara-saudara kamu sendiri. Allah mengetahui siapa yang suka membuat kerosakan dan siapa pula yang memperbaiki dan kalau dikehendaki nescaya menyempitkan kamu, bahawasanya Allah Maha kuasa lagi Bijaksana.

Sumber dari : darulquran.sch.id/v2/

Senin, 21 Februari 2011

Takut Kepada Allah SWT

Mungki banyak manusia yang beriman kepada Allah, tapi sedikit sekali yang takut pada Allah, jika anda takut? simak kata mutiara islam ini : 

Barangsiapa takut kepada Allah, maka Allah menjadikan segala sesuatu takut kepadanya. Barangsiapa tidak takut kepada Allah, maka Allah menjadikannya takut kepada segala sesuatu. (HR. Al-Baihaqi)

Dua mata yang diharamkan dari api neraka, yaitu mata yang menangis karena takut kepada Allah, dan mata yang menjaga serta mengawasi Islam dan umatnya dari (gangguan) kaum kafir. (HR. Bukhari)

Puncak kebijaksanaan ialah takut kepada Allah. Sebaik-baik yang tertanam dalam hati adalah keyakinan. Keragu-raguan (dalam beriman) termasuk kekufuran. Kepemudaan termasuk kelompok kegilaan (radikal). Orang bahagia adalah yang dapat mengambil pelajaran dari (peristiwa) orang lain, dan orang yang sengsara ialah yang sengsara sejak dalam kandungan ibunya. Tiap perkara yang akan datang adalah dekat. (HR. Al-Baihaqi)

Khauf (rasa takut kepada Allah) adalah cambuk Allah swt untuk menggiring hamba-hambaNya menuju ilmu dan amal agar mereka mendapatkan kedekatan dengan Allah swt. Khauf inilah yang mencegah diri dari perbuatan maksiat dan mengikatnya dengan bentuk-bentuk ketaatan.

Rasa takut kepada Allah SWT yang tertanam dalam diri setiap hamba adalah benih dari perjalanan sebuah proses keimanan, dimana pokok-pokok ibadah telah dijalankan dengan baik dan sempurna. Ada tiga pokok ibadah yang tidak boleh lepas apalagi ditinggalkan oleh manusia dalam pengabdiannya kepada Sang khalik. Hati selalu berzikir, lidah menyampaikan nasihat dan kebenaran dan tubuh sebagai pelaksana dari amal-amal shalih untuk mencapai keridhaan dan menghadirkan cinta-Nya.

Kekurangan Khauf akan mengakibatkan kealpaan dan keberanian untuk berbuat dosa. Sebaliknya terlalu berlebihan dalam Khauf akan menyebabkan putus asa-putus harapan.

Khauf kepada Allah swt bisa lahir dari ma'rifah kepada Allah swt dan ma'rifah kepada sifat-sifatNya. Khauf bisa juga lahir dari perasan banyaknya dosa yang telah diperbuat oleh seorang hamba. Juga terkadang Khauf lahir dari keduanya.

Imam As-Sya'biy pernah diseru "Hai 'alim (orang yang berilmu)!", beliau berkata, "Sesungguhnya yang ‘alim itu hanyalah yang takut kepada Allah. Hal itu karena Allah berfirman,"Hanya yang takut kepada Allah di antara hamba-hambaNya adalah para ulama". (QS : Fathir : 28)

Orang yang takut kepada Allah swt bukanlah hanya orang yang menangis dan bercucuran air matanya. Tetapi ia adalah orang yang meninggalkan perbuatan-perbuatan yang ia khawatirkan hukumannya.

Imam Dzun Nun al-Mishriy pernah ditanya, "Kapankah seorang hamba itu takut kepada Allah?" Ia menjawab, "Jika ia mendudukkan dirinya sebagai orang sakit yang menahan diri(dari berbagai hal ) khawatir jika sakitnya berkepanjangan." Imam Abul Qasim al-Hakim bertutur, "Siapa yang takut terhadap sesuatu ia akan lari darinya. Tetapi siapa yang takut kepada Allah ia justru lari untuk mendekatinya."
Imam Fudlail bin 'Iyadl berujar,"Jika kamu ditanya, 'Apakah kamu takut kepada Allah?', maka diamlah, jangan menjawab! Sebab jika kamu jawab 'ya', kamu telah berdusta. Sedangkan jika kamu jawab 'tidak', maka kamu telah kafir!!!"

Khauf akan membakar syahwat yang diharamkan, sehingga kemaksiatan yang dulu disukai menjadi di benci. Seperti madu, orang yang suka pun menjadi tidak suka jika tahu madu itu mengandung racun. Syahwat terbakar oleh khauf. Anggota badan pun jadi beradab.

Dan hati pun diliputi rasa khusyu' dan tenang, jauh dari kesombongan, iri, dan dengki. Bahkan ia mampu menguasai segala kegundahan dan tahu bahayanya. Maka ia tidak pernah pindah kepada selainNya. Tiada lagi kesibukannya selain usaha mendekatkan diri , muhasabah, mujahadah, dan memperhitungkan setiap desah nafas dan waktunya.

Ia selalu waspada terhadap segala pikiran, langkah, dan kalimat yang keluar dari dirinya. Keadaannya seperti dalam cengkeraman binatang buas. Ia tidak tahu apakah binatang itu lengah sehingga ia bisa melepaskan diri, atau sebaliknya ia justru menerkamnya maka hancurlah ia. Lahir dan batinnya disibukkan oleh sesuatu yang ia takutkan, tidak ada tempat bagi yang lain disana. Beginilah keadaan orang yang diliputi khauf

Keutamaan Khauf

Allah swt menyediakan petunjuk, rahmat, ilmu, dan keridhoan bagi hamba yang khauf kepadaNya.
Allah berfirman (yang artinya), "Petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Rabb mereka (QS. Al-A'raf : 156)

Allah berfirman (yang artinya): "Allah ridla terhadap mereka dan mereka pun ridla kepadaNya. Demikian itu bagi siapa saja yang takut kepada RabbNya (QS. Al-Bayyinah:8)

Allah memerintahkan khauf , dan menjadikannya syarat iman. Dalam firman-Nya "Dan takutlah kalian kepadaKu, jika kalian benar-benar beriman.! (QS. Ali Imran: 175).

Imam Yahya bin Mu'adz berkata, "Jika seorang mukmin melakukan suatu kemaksiatan, ia pasti menindaklanjutinya dengan salah satu dari dua hal yang akan menghantarkannya ke surga; takut akan siksa dan harapan akan ampunan." Imam Tirmidziy meriwayatkan, Sayyidah 'Aisyah berkata," Aku pernah bertanya kepada Rasulullah tentang ayat ini, apakah yang dimaksud disini orang-orang yang minum arak, berzina dan mencuri?" Rasulullah saw menjawab, "Bukan begitu, wahai putri as-Shiddiq. Tetapi mereka orang-orang yang berpuasa, sholat, dan bersedekah. Mereka takut jika amalannya tidak diterima. Merekalah yang bersegera dalam kebaikan."

Imam Abdullah bin as-Syikhir meriwayatkan bahwa Rasulullah saw jika memulai sholat terdenagrlah dari dada beliau gemuruh seperti suara air yang mendidih dalam bejana. Siapapun yang mencermati kehidupan para sahabat dan para salafus-sholih pasti akan mendapati betapa mereka berada di puncak khauf. Adapun kita benar-benar lalai, alpa, dan merasa aman dari adzab.

Sayyiduna Abu Bakr as-Shiddiq berkata, "Duhai, seandainya aku adalah sehelai rambut yang tumbuh di tubuh seorang mukmin." Adalah beliau bila berdiri sholat, tak ubahnya seperti sebatang kayu (tidak bergerak) karena takut kepada Allah swt. Sayyiduna Umar bin Khatthab pernah membaca surat at-Thuur. Ketika sampai pada ayat:"Sungguh, adzab Rabbmu pasti benar-benar terjadi”. (QS Ath-Thuur : 7) Beliau menangis dan semakin menghebat tangis beliau sampai beliau sakit, dan orang-orang pun menjenguk beliau.

Beliau pernah jatuh pingsan karena takut kepada Allah ketika mendengar bacaan suatu ayat al-Quran. Pada suatu hari dia mengambil sebatang jerami kemudian berkata, "Aduhai, alangkah baiknya jika aku menjadi jerami dan tidak menjadi sesuatu yang disebut. Aduhai, alangkah baiknya jika dulu ibuku tidak melahirkanku."

Beliau menangis terisak-isak sehingga air mata membasahi pipinya. Itulah yang menyebabkan ada garis bekas tetesan air mata pada wajah khalifah kedua tersebut. Kepadanya Sahabat Abdullah bin 'Abbas pernah berkata, " Allah telah meramaikan berbagai kota dan membukakan berbagai negeri dengan tanganmu." Mendengar itu Sayyiduna Umar berkata, "Aku ingin kalau bisa meninggalkan dunia ini tanpa pahala dan tanpa dosa."

Suatu pagi, seusai melaksanakan sholat shubuh, dengan berwajah susah dan membolak-balikkan telapak tangannya, Sayyiduna 'Ali bin Abu Thalib berkata, "Sungguh aku pernah melihat para sahabat Nabi. Pada hari ini aku tidak melihat sesuatu pun yang nenyerupai mereka. Di pagi hari mereka nampak kusut, pucat dan berdebu. Diantara dua mata mereka seperti ada lutut kambing. Mereka menghabiskan malam dengan bersujud dan berdiri membaca ayat-ayat Allah swt. Gerakan mereka hanyalah antara kening dan kaki. Bila pagi tiba mereka pun berdzikir kepada Allah swt, bergemuruh seperti pepohonan tertiup angin yang kencang. Mata mereka bercucuran air mata sampai pakaian mereka basah karenanya. Demi Allah hari-hari ini sepertinya aku menghabiskan malam bersama kaum ini dalam keadaan lalai." Lantas beliau berdiri dan sejak itu beliau tidak pernah terlihat tertawa sampai dibunuh oleh Ibnu Muljam.

Imam Musa bin Mas'ud berkisah, "Ketika kami duduk dengan Imam Sufyan ats-Tsauriy, seakan-akan neraka ada di sekitar kami. Yang demikian itu karena kami melihat beapa takut dan khawatirnya ia".

Seseorang menggambarkan keadaan Imam Hasan al-Bashriy, "jika ia datang, seakan-akan ia datang dari menguburkan teman karibnya. Jika ia duduk, seakan-akan ia adalah seorang tawanan yang akan dipenggal lehernya. Jika berbicara tentang neraka, seakan-akan neraka itu hanya diciptakan untuknya".
Imam Zurarah bin Abu Aufa pernah mengimami orang-orang sholat shubuh. Beliau membaca surat al-Muddatstsir. Ketika sampai pada ayat :" apabila sangkakala telah ditiup. Hari itulah hari yang teramat susah. (QS. Al-Muddatstsir :8-9) Beliau terisak-isak dan lalu meninggal dunia.

Sahabat Abdullah bin Amr bin 'Ash bertutur, "Menangislah! Jika tidak bisa maka usahakan untuk menangis. Demi Allah, jika salah seorang di antara kalian benar-benar mengerti, pastilah ia akan berteriak sekeras-kerasnya sampai hilang suaranya, dan akan sholat sampai patah tulang punggungnya".

7 Indikasi Orang Yang Takut kepada Allah

Orang mukmin yang sejati ialah orang yang takut kepada Allah swt. dengan seluruh organ dan anggota tubuhnya. Sebagaimana yang dikatakan oleh Imam Abu Laits, bahwa takut kepada Allah dapat dilihat indikasinya dalam tujuh hal berikut ini:

1. Lidahnya: Orang yang takut kepada Allah swt., selalu berusaha mencegah lidahnya dari berbohong, menggunjing, mengadu domba, membuat dan mengobral perkataan yang tidak berguna. Ia akan menjadikan lidahnya sibuk untuk selalu dzikir kepada Allah swt., membaca Al-Qur'an, berdiskusi dan mengkaji ilmu.

2. Hatinya: Orang yang takut kepada Allah swt., akan selalu mengeluarkan rasa permusuhan, kebohongan, dan kedengkian dari dalam hatinya karena kedengkian itu dapat merusak kebaikan.

3. Penglihatannya: Orang yang takut kepada Allah swt., tidak akan melihat pada yang haram, baik mengenai makanan, minuman, pakaian dan lain sebagainya. Dia tidak memandang dunia dengan nafsu ambisi dan keinginannya, tetapi dia memandangnya untuk mengambil pelajaran dan ibrah. Dia tidak memandang pada sesuatu yang tidak halal dilihat olehnya.

4. Perutnya: Orang yang takut kepada Allah swt., tidak akan memasukkan makanan yang haram ke dalam perutnya, karena yang demikian itu adalah dosa yang besar.

5. Tangannya: Orang yang takut kepada Allah swt., tidak mau menerima sesuatu yang haram, tetapi selalu berusaha untuk menggapai dan meraih yang mengandung unsur ketaatan dan dapat mendekatkan diri kepada Allah swt.

6. Kedua Kakinya: Orang yang takut kepada Allah swt., tidak akan melangkahkan kakinya untuk berjalan dalam kemaksiatan kepada Allah swt. Tetapi kakinya digunakan berjalan dalam ketaatan kepada Allah swt., untuk mencari keridhaan-Nya, untuk berjalan ke arah kebaikan, bergaul bersama ulama dan orang-orang yang shaleh.

7. Ketaatannya: Orang yang takut kepada Allah swt., selalu mengorientasikan segala aktivitas ketaatan dan keshalehannya hanya untuk mencari keridhaan Allah swt., menjauhi sifat riya' dan kemunafikan.

Mudah-mudahan setelah membaca Artikel ini yang ada di blog kata mutiara islam, kita dapat membenah diri untuk senantiasa selalu takut kepada Allah SWT

Sumber dari : madinatulilmi.com

Minggu, 20 Februari 2011

Pertolongan Allah Bagi Orang Mu'min Yang Menolong Agama Allah

Alhamdulillah admin bisa postin lagi di blog kata mutiar islam ini, langsung saja kita sama2 simak surat Muhammad ayat 7-9 di bawah ini :

Hai orang-orang mu'min, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Dan orang-orang yang kafir, maka kecelakaanlah bagi mereka dan Allah menyesatkan amal-amal mereka. Yang demikian itu adalah karena Sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al Quraan) lalu Allah menghapuskan (pahala-pahala) amal-amal mereka. (QS. Muhammad 7-9)

Sayyid Qutb mengatakan,”Bagaimana orang-orang beriman menolong Allah sehingga mereka menegakkan persyaratan dan mendapatkan apa yang disyaratkan bagi mereka berupa kemenangan dan diteguhkan kedudukan ?” Beliau melanjutkan,”Sesungguhnya mereka memurnikan Allah dalam hati mereka dan tidak menyekutukan-nya dengan sesuatu baik syirik yang nyata maupun yang tersembunyi serta tidak menyisakan seseorang atau sesuatu pun bersama-Nya didalam dirinya. Dia menjadikan Allah lebih dicintai dari apapun yang dia cintai dan sukai serta meneguhkan hukum-Nya dalam keinginan, aktivitas, diam, saat sembunyi-sembunyi, terang-terangan maupun saat malunya, maka Allah akan menolongnya dalam diri mereka.

Sesungguhnya Allah memiliki syariat dan manhaj kehidupan yang tegak diatas prinsip-prinsip, aturan-aturan, nilai-nilai dan tashawwur khusus bagi seluruh makhluk yang ada maupun bagi kehidupan. Dan pertolongan Allah akan terealisasi dengan menolong syariat dan manhaj-Nya dan berupaya untuk menegakkan hukumnya didalam seluruh kehidupan tanpa kecuali, inilah menolong Allah dalam realita kehidupan.

Mari sebentar kita menengok firman Allah “Dan orang-orang yang berperang di jalan Allah.” serta “jika kamu menolong (agama) Allah”.. Terdapat dua kondisi yaitu kondisi perang dan kondisi menang dan hal itu disyaratkan dilakukan hanya karena Allah dan di jalan Allah, ini adalah syiar yang sudah menjadi aksioma.

Sesungguhnya tidak ada jihad, syahid, dan surga kecuali ketika jihad itu dijalan Allah saja, kematiannya dijalan-Nya saja dan menolong-Nya saja baik didalam jiwa maupun didalam manhaj kehidupan.

Tidak ada jihad, syahid dan surga kecuali jika tujuannya agar kalimat Allah tinggi dan menjadikan syariat dan manhaj-Nya menguasai hati, akhlak, prilaku, kondisi, perundang-undangan dan aturan-aturan mereka.

Dari Abu Musa berkata,”Rasulullah saw pernah ditanya tentang seseorang yang berperang dengan gagah, dan untuk fanatisme kesukuan, karena riya, yang manakah yang disebut berperang dijalan Allah ? Beliau menjawab,”Siapa yang berperang agar kalimat Allah tinggi maka dialah orang yang berperang dijalan Allah.”

Sedangkan makna “, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” Maksudnya adalah diteguhkan dalam kemenangan dan berbagai pembiayaannya.. karena kemenangan bukanlah akhir peperangan antara kufur dengan iman, antara batil dan hak, dan untuk menang memerlukan pembiayaan dalam setiap jiwa maupun dalam realita kehidupan. Untuk menang memerlukan pembiayaan yaitu tidak sombong dan tidak menganggap remeh. Banyak jiwa mampu tetap teguh terhadap suatu ujian dan cobaan namun sedikit yang tetap teguh terhadap kemenangan dan kenikmatan. Keshalehan dan keteguhan hati diatas kebenaran setelah kemenangan merupakan derajat lain dibalik kemenangan dan barangkali inilah yang ditunjukkan oleh ungkapan yang ada didalam Al Qyr’an. (Fii Zhilali Qur’an juz VI hal 3288 – 3289)

Apa yang disampaikan oleh para mufasir tentang makna kemenangan diatas menjelaskan kepada kita bahwa Allah swt berjanji untuk senantiasa menolong orang-orang yang menolong-Nya.

Sesungguhnyta Allah tidaklah membutuhkan pertolongan sedikitpun dari hamba maupun makhluk-Nya karena Dia adalah Yang maha Kuat lagi Maha Perkasa. Namun Allah swt ingin menguji diantara hamba-hamba-Nya mana yang memang layak untuk mendapatkan pertolongan dari-Nya.

Adapun pertolongan yang Allah inginkan terhadap hamba-hamba-Nya yang beriman adalah :

1. Menolong Rasul-Nya dalam menyebarkan dan meneguhkan agama dan risalah yang dibawanya ditengah-tengah manusia sehingga ia berada diatas seluruh agama yang ada di muka bumi ini.

2. Menolong agamanya dengan berupaya menerapkan syariat dan manhaj-Nya sehingga menguasai dunia dan mewarnai seluruh sendi-sendinya dengan nilai-nilai kebaikan yang ada didalamnya mengalahkan berbagai nilai-nilai jahiliyah yang rendah.

Dan kedua hal tersebut hanya bisa dilakukan dengan cara berjihad di jalan Allah swt mulai dari yang terendah hingga yang tertinggi yaitu berperang di jalan Allah, sebagaimana maksud dari kata tersebut yang ada didalam ayat-ayat Al Qur’an. Dan jihad yang Allah inginkan bukanlah yang dilakukan hanya semata-mata untuk menampilkan kegagahan, keberanian yang ada dalam diri seseorang saat berjihad, atau bukan pula yang dilakukan semata-mata karena fanatisme kedaerahan, kebangsaan atau kelompoknya atau bukan juga karena ingin mendapat pujian dan sanjungan seseorang. Untuk itu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang berjihad di jalan Allah, yaitu :

1. Ikhlas karena Allah swt
Hadits Abu Musa diatas menjelaskan pentingnya keikhlasan dalam berjihad di jalan Allah sehingga apa yang telah dikorbankan dan dikeluarkan selama persiapan hingga saat berjihadnya tidaklah menjadi sia-sia dikarenakan ketidak-ikhlasannya dalam melakukan hal-hal tersebut.
Bukankah Rasulullah saw telah bersabda,”Sesungguhnya Amal perbuatan seseorang tergantung dari niatnya.” (HR. Bukhori Muslim)

2. Mencintai Allah diatas dari yang lainnya.
Sulit bagi seseorang keluar dari rumah dan meninggalkan keluarga serta apa yang dimilikinya untuk berjihad dijalan Allah ketika hatinya masih terpaut kuat dengan itu semua. Kecintaan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya lah yang menjadikan dia rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya dengan hanya mengharap ridho dan surga dari-Nya.

3. Menggunakan persenjataan.
Diantara yang disyariatkan dalam setiap amal perbuatan adalah ikhtiyar (usaha) manusia, begitu pula dalam berjihad dijalan Allah. Meskipun Allah swt Maha Kuasa atas segala sesuatunya, termasuk memenangkan perjuangan hamba-hamba-Nya yang beriman namun Allah ingin melihat usaha yang dilakukan mereka untuk memenuhi persyaratan-persyaratan dalam mendapatkan kemenangan tersebut. Dan diantara usaha yang harus dilakukannya adalah mempersiapkan persenjataan untuk menghadapi kekuatan musuh.

Demikianlah yang bisa disimpulkan dari beberapa ayat diatas yang berbicara tentang pertolongan Allah kepada kaum mukminin. Maka dari itu kita harus cinta kepada Allah

Wallahu A’lam

Sumber dari : eramuslim.com

Jumat, 18 Februari 2011

Dosa Orang Yang Menolak Untuk Membayar Zakat

Sahabat, apakah Anda pernah mendengar siksaan bagi orang yang tidak mau membayar zakat. Jika belum pernah dengar? Mari simak Tausiyah di bawah ini.

Firman Allah, "Orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritakanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam. Lalu, dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka. (Kemudian dikatakan) kepada mereka, 'Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.'" (at-Taubah: 34-35)

Dan Abu Hurairah radhiallahu anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِينُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالْإِبِلُ قَالَ وَلَا صَاحِبُ إِبِلٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا وَمِنْ حَقِّهَا حَلَبُهَا يَوْمَ وِرْدِهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ أَوْفَرَ مَا كَانَتْ لَا يَفْقِدُ مِنْهَا فَصِيلًا وَاحِدًا تَطَؤُهُ بِأَخْفَافِهَا وَتَعَضُّهُ بِأَفْوَاهِهَا كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أُولَاهَا رُدَّ عَلَيْهِ أُخْرَاهَا فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَالْبَقَرُ وَالْغَنَمُ قَالَ وَلَا صَاحِبُ بَقَرٍ وَلَا غَنَمٍ لَا يُؤَدِّي مِنْهَا حَقَّهَا إِلَّا إِذَا كَانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ بُطِحَ لَهَا بِقَاعٍ قَرْقَرٍ لَا يَفْقِدُ مِنْهَا شَيْئًا لَيْسَ فِيهَا عَقْصَاءُ وَلَا جَلْحَاءُ وَلَا عَضْبَاءُ تَنْطَحُهُ بِقُرُونِهَا وَتَطَؤُهُ بِأَظْلَافِهَا كُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ أُولَاهَا رُدَّ عَلَيْهِ أُخْرَاهَا فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ الْعِبَادِ فَيَرَى سَبِيلَهُ إِمَّا إِلَى الْجَنَّةِ وَإِمَّا إِلَى النَّارِ
“Siapa yang mempunyai emas dan perak, tetapi dia tidak membayar zakatnya, maka di hari kiamat akan dibuatkan untuknya strika api yang dinyalakan di dalam neraka, lalu distrikakan ke perut, dahi, dan punggungnya. Setiap strika itu dingin, maka akan dipanaskan kembali lalu distrikakan lagi padanya setiap hari -sehari setara lima puluh ribu tahun (di dunia)- sampai perkara para hamba diputuskan. Setelah itu barulah dia melihat jalannya, apakah ke surga ataukah ke neraka.” Kemudian ditanyakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, lantas bagaimana dengan unta?” Beliau menjawab, “Begitu pula unta, jika pemiliknya tidak membayarkan zakatnya -dan di antara zakatnya adalah membayar shadaqah dengan susu yang diperah darinya pada hari ketika ia mendatangi air untuk meminumnya-, maka pada hari kiamat kelak, orang itu akan ditelentangkan di tempat yang rata agar diinjak-injak oleh unta-unta yang paling besar dan gemuk-gemuk, serta anak-anaknya yang paling kecil. Semuanya menginjak-injak dengan kukunya serta menggigit dengan giginya yang tajam. Setiap yang pertama lewat, datang pula yang lain menginjak-injaknya. Demikianlah hal itu berlangsung setiap hari yang sehari lamanya adalah 50000 tahun (di dunia) hingga perkara para hamba diputuskan. Setelah itu, barulah dia melihat jalannya, apakah dia akan ke surga ataukah dia akan ke neraka.” Kemudian ditanyakan kembali pada beliau, “Wahai Rasulullah, lantas bagaimana dengan sapi dan kambing?” Beliau menjawab, “Ya, tidak pula pemilik sapi dan kambing yang tidak membayar zakatnya, kecuali pada hari kiamat kelak, dia akan ditelentangkan di suatu tempat yang rata. Kemudian semua sapi dan kambing yang bertanduk, yang tidak bertanduk, dan yang patah tanduknya akan menanduknya dengan tanduk-tanduk mereka dan menginjak-injak mereka dengan kuku mereka yang tajam. Setiap kali yang pertama telah menginjak maka akan diikuti pula oleh yang setelahnya setiap hari yang lamanya seperti 50000 tahun (di dunia), hingga perkaranya selesai diputuskan. Setelah itu baru dia akan melihat jalannya apakah dia akan ke surga ataukah akan ke neraka.” (HR. Muslim no. 987)

Penjelasan ringkas:
Zakat termasuk dari rukun Islam yang terpenting, dan Allah sering menggandengkan dia dengan perintah shalat pada banyak ayat dalam Al-Qur`an. Karenanya siapa saya yang tidak membayar zakat setelah seluruh syarat wajibnya terpenuhi maka dia sungguh dia telah melakukan suatu dosa yang besar, bahkan ada sebagian ulama yang menyatakannya sebagai amalan kekafiran. Akan tetapi, pendapat yang paling kuat dalam masalah ini adalah pendapat mayoritas ulama yang berpendapat bahwa orang yang menolak membayar zakat karena bakhil hukumnya tidaklah kafir akan tetapi dia telah melakukan dosa yang sangat besar. Hadits di atas menjadi dalil akan tidak kafirnya orang yang tidak membayar zakat. Sisi pendalilannya: Karena setelah dia disiksa dengan hartanya yang dia tidak keluarkan zakatnya, di akhirnya dia akan melihat jalannya apakah dia akan masuk ke dalam surga ataukah akan masuk ke dalam neraka. Seandainya pelakunya kafir tentunya tidak akan ada pilihan baginya untuk masuk ke dalam surga. Kecuali jika dia mengingkari kewajiban zakat maka para ulama telah bersepakat bahwa dia adalah orang yang kafir. Lihat Al-Mughni (2/572) dan Al-Majmu’ (5/334)
Adapun hukumnya di dunia, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:
وما منع قوم الزكاة إلا ابتلاهم الله بالسنين
وفي رواية: إلا حبس عنهم القطر
“Tidaklah suatu kaum menahan zakat kecuali Allah akan menimpakan kelaparan kepada mereka.” (HR. Al-Baihaqi: 3/346 dan dinyatakan hasan oleh Al-Albani)
Dalam satu riwayat, “Kecuali Allah akan menahan turunnya hujan dari mereka.”

Apakah hartanya boleh dirampas oleh penguasa?
Ia, penguasa wajib mengeluarkan zakat dari harta orang tersebut secara paksa karena zakat termasuk dari hak Islam yang diperintahkan untuk diambil dari harta setiap muslim yang memenuhi syarat.

Apakah yang diambil dari hartanya hanya kewajiban zakatnya saja?
Demikian menurut pendapat mayoritas ulama. Sementara menurut Asy-Syafi’i pada pendapat lamanya, Ishaq, dan Al-Hanabilah, bahwa selain kewajiban zakatnya, setengah hartanya juga harus disita sebagai hukuman atasnya. Mereka berdalil dengan hadits Bahz bin Hakim dari ayahnya dari kakeknya bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فِي كُلِّ سَائِمَةِ إِبِلٍ فِي أَرْبَعِينَ بِنْتُ لَبُونٍ وَلَا يُفَرَّقُ إِبِلٌ عَنْ حِسَابِهَا مَنْ أَعْطَاهَا مُؤْتَجِرًا بِهَا فَلَهُ أَجْرُهَا وَمَنْ مَنَعَهَا فَإِنَّا آخِذُوهَا وَشَطْرَ مَالِهِ عَزْمَةً مِنْ عَزَمَاتِ رَبِّنَا عَزَّ وَجَلَّ لَيْسَ لِآلِ مُحَمَّدٍ مِنْهَا شَيْءٌ
“Pada setiap empat puluh onta saimah (yang digembala lebih dari satu tahun) terdapat zakat satu bintu labun (yang memiliki umur dua tahun), dan unta tidak boleh dipisahkan dari hitungannya. Barangsiapa yang memberikan zakatnya karena mengharap pahala, maka baginya pahala. Dan barangsiapa yang enggan membayarnya, maka kami akan mengambilnya dan setengah hartanya, sebagai kewajiban di antara kewajiban-kewajiban Allah Azza wa Jalla, dan keluarga Muhammad tidak berhak sedikitpun dari harta tersebut.” (HR. Abu Daud no 1560 dengan sanad yang hasan)

Naudzubillah, apabila kita termasuk golongan orang2 yang khilaf akan ketidaksadaran kita karena tidak mau untuk membayar zakat, semoga saja kita di jauhkan dari sifat orang yang seperti ini, Amin


Sumber dari : al-atsariyyah.com

Kamis, 17 Februari 2011

Mengenal Sifat-Sifat Allah SWT

Selamat datang di blog kata mutiara islam, semoga apa yang admin sampaikan bermanfaat. Mari simak hadist di bawah ini.

Dialah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Asmaaul Husna. Bertasbih kepadaNya apa yang di langit dan bumi. Dan Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al Hasyr 24)

Ayat  ini  menyebutkan tentang sifat-sifat yang dimiliki
oleh Allah SWT, dalam ayat ini terdapat tiga sifat Allah, ketiga sifat tersebut ialahAl-
Khaliq (sang pencipta), Al-Bari’ (maha memisahkan sesuatu dari sesuatu), Al-
Mushawwir (maha memberi rupa, cara dan subtansi bagi sesuatu) serta yang memiliki
segala sifat dalam asmaul husna dan yang terakhir adalahAl-H akim (mahaperkasa lagi
maha bijaksana)

Dia Pencipta seluruh makhluk-Nya, Yang mengadakan seluruh makhluk dari tiada ada
kepada ada, Yang membentuk makhluk sesuai dengan tugas den sifatnya masing-masing.
Dia mempunyai sifat-sifat yang indah, nama yang agung yang tidak dipunyai oleh orang
yang lain, selain dari Dia. Kepada Nya bertasbih dan memuji segala yang ada di langit
dan di bumi.

Diriwayatkan oleh Barra bin Azib, Ali bin Abi Talib berkata: “Hai Barra’ jika engkau berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang Agung maka bacalah sepuluh ayat permulaan surah Al Hadid dan akhir surah Al Hasyr. Kemudian mohonkanlah kepada-Nya apa yang engkau kehendaki.”

Sebenarnya yang penting dalam berdoa itu ialah keikhlasan hati, kekhusukan dan ketundukan kepada Allah, maka dengan membaca ayat-ayat itu diharapkan timbul ikhlas, khusyuk dan tunduk itu, sehingga doa itu diterima Allah.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi.SAW,bersabda : Dia Pencipta seluruh makhluk-Nya, Yang mengadakan seluruh makhluk dari tiada ada kepada ada, Yang membentuk makhluk sesuai dengan tugas den sifatnya masing-masing. Dia mempunyai sifat-sifat yang indah, nama yang agung yang tidak dipunyai oleh orang yang lain, selain dari Dia. Kepada Nya bertasbih dan memuji segala yang ada di langit dan di bumi.

Diriwayatkan oleh Barra bin Azib, Ali bin Abi Talib berkata: “Hai Barra’ jika engkau berdoa kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang Agung maka bacalah sepuluh ayat permulaan surah Al Hadid dan akhir surah Al Hasyr. Kemudian mohonkanlah kepada-Nya apa yang engkau kehendaki.”

Sebenarnya yang penting dalam berdoa itu ialah keikhlasan hati, kekhusukan dan ketundukan kepada Allah, maka dengan membaca ayat-ayat itu diharapkan timbul ikhlas, khusyuk dan tunduk itu, sehingga doa itu diterima Allah.

Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah dari Nabi.SAW,bersabda : Sesungguhnya Allah Taala mempunyai 99 nama yang agung, barangsiapa yang membuat statistiknya (menghafal menghayati dan meresapkannya dalam jiwanya) niscaya akan masuk surga. Tuhan itu ganjil menyukai yang ganjil. (H.R. Bukhari Muslim)

Yang dimaksud dengan menghayati dan meresapkannya di sini ialah memahami benar-benar sifat-sifat Allah itu, merasakan keagungan, kebesaran dan kekuasaan-Nya atas seluruh makhluk, kasih sayang-Nya, sehingga menimbulkan ketundukan, kepatuhan dan kekhusyukan pada setiap orang yang melakukan ibadat kepada-Nya.

Subhanallah betapa agungnya mengenal sifat-sifat Allah SWT, moga ini menjadi sebuah mutiara islam di hati kita semua. Amin.

Wallahu'alam.

Sumber dari : www.scribd.com